kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.818.000   -42.000   -1,47%
  • USD/IDR 17.130   16,00   0,09%
  • IDX 7.500   41,69   0,56%
  • KOMPAS100 1.037   8,08   0,79%
  • LQ45 746   -0,12   -0,02%
  • ISSI 272   3,24   1,21%
  • IDX30 399   -1,25   -0,31%
  • IDXHIDIV20 486   -4,46   -0,91%
  • IDX80 116   0,59   0,51%
  • IDXV30 135   0,10   0,08%
  • IDXQ30 128   -1,20   -0,93%

Konflik Global Bayangi Investasi Kuartal I-2026, Airlangga: Ini Bukan Situasi Normal


Senin, 13 April 2026 / 16:54 WIB
Konflik Global Bayangi Investasi Kuartal I-2026, Airlangga: Ini Bukan Situasi Normal
ILUSTRASI. Pemerintah Pastikan Penerapan WFH Bagi ASN dan Pekerja Swasta Untuk Hemat BBM (Lailatul Anisah/Lailatul Anisah)


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) memproyeksikan realisasi investasi pada kuartal I-2026 mencapai Rp 497 triliun.

Hanya saja, proyeksi tersebut hanya tumbuh 7%, atau melambat jika dibandingkan dengan realisasi investasi kuartal I-2025 yang bisa tumbuh 15,6%.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut proyeksi perlambatan realisasi investasi pada kuartal I-2026 tidak terlepas dari situasi global yang belum stabil akibat konflik geopolitik.

Baca Juga: BI: Pergerakan Rupiah Salah Satunya Dipengaruhi Neraca Perdagangan

Menurut Airlangga, kondisi perang di sejumlah kawasan membuat dunia usaha dan investor global masih bersikap hati-hati dalam mengambil keputusan investasi. 

Situasi tersebut dinilai bukan kondisi ekonomi yang normal sehingga banyak pihak masih melakukan evaluasi terhadap rencana ekspansi bisnisnya.

"Tentu dalam situasi perang kan bukan situasi yang normal. Semua masih melakukan evaluasi," ujar Airlangga kepada awak media di Kantor Kemenko Perekonomian, Senin (13/4/2026).

Meski demikian, pemerintah menilai minat investor terhadap Indonesia masih cukup kuat. Hal itu tercermin dari respons positif pelaku usaha dalam berbagai pertemuan yang dilakukan pemerintah selama kunjungan kerja ke sejumlah negara.

Airlangga mengatakan dalam kunjungan pemerintah ke Inggris, Korea Selatan, dan Jepang, para investor tetap menunjukkan ketertarikan untuk menanamkan modal di Indonesia.

"Bagi pemerintah, dalam kunjungan ke Inggris, Korea, dan Jepang, respons dari investornya positif. Jadi kita lihat (perkembangannya)," katanya.

Adapun, Menteri Investasi dan Hilirisasi /Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BPKM) Rosan Roeslani mengatakan data kuartal I-2026 tersebut masih bersifat sementara karena pemerintah masih menunggu data final hingga pertengahan April.

Baca Juga: Produksi Dipangkas &Solar Naik, Ekonom Sebut Margin Perusahaan Tambang Kian Terhimpit

Namun berdasarkan perkembangan yang ada, angka investasi pada tiga bulan pertama tahun ini diyakini dapat tercapai.

"Memang kita masih menunggu sampai tanggal 15 tapi dengan perkembangan ini insyallah target yang dicanangkan oleh pemerintah pada tiga bulan pertama ini bisa kami capai yaitu sebesar Rp 497 triliun," ujar Rosan dalam rapat bersama Komisi XII DPR RI, Senin (13/4/2026). 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×