kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.565.000   8.000   0,31%
  • USD/IDR 18.109   16,00   0,09%
  • IDX 5.050   20,17   0,40%
  • KOMPAS100 649   1,43   0,22%
  • LQ45 518   4,63   0,90%
  • ISSI 164   -2,40   -1,44%
  • IDX30 292   2,74   0,95%
  • IDXHIDIV20 394   5,37   1,38%
  • IDX80 75   0,27   0,36%
  • IDXV30 108   0,37   0,34%
  • IDXQ30 99   1,18   1,21%

Komisi IX DPR mendesak IPB membuka nama susu formula tercemar bakteri


Kamis, 17 Februari 2011 / 14:26 WIB
ILUSTRASI.


Reporter: Dwi Nur Oktaviani | Editor: Edy Can

JAKARTA. Komisi IX DPR mendesak Kementerian Kesehatan, Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengumumkan nama susu formula yang tercemar bakteri Enterobacter sakazakii. Bila tidak, anggota DPR mengancam akan menyatakan IPB tidak jujur.

Anggota Komisi IX DPR Gandung Pardiman mengatakan, IPB seharusnya sebagai lembaga ilmu pengetahuan jujur mengungkapkan hasil penelitian susu tercemar bakteri itu. Selain itu, dia beralasan, Mahkamah Agung sudah memerintahkan IPB untuk mengumumkan nama-nama susu formula itu kepada publik. "Saya mengatakan insitusi bapak (IPB) tidak jujur dalam ilmu pengetahuan. Ini melukai hati rakyat," ujar Gandung dalam rapat dengan pendapat di Komisi IX DPR, Kamis (17/2).

Desakan serupa disampaikan Surya Chandra Suropaty, anggota Komisi IX DPR lainnya. Dia mengatakan, pemerintah melakukan sandiwara karena tidak mengumumkan hasil penelitian tersebut. "Saya khawatir kalau hasil rapat ini tidak mengumumkan susu apa saja yang kena bakteri maka akan melengkapi sandiwara kepala negara yang tidak menaati hukum. Janganlah bersilat lidah," ujar politisi PDI Perjuangan ini.

Surya mengatakan, IPB sebagai lembaga publik seharusnya tidak bekerja mewakili kepentingan para pengusaha. Dia meminta, IPB lebih berpihak pada kepentingan rakyat.

Hingga saat ini, Kementerian Kesehatan, BPOM dan IPB menolak mengumumkan nama susu yang tercemar bakteri sesuai dengan putusan Mahkamah Agung. Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih beralasan tidak memiliki data susu tercemar bakteri. Sementara IPB menolak membongkar nama susu formula itu lantaran belum menerima salinan putusan Mahkamah Agung.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×