kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Komisi III terbagi dua soal moratorium remisi


Rabu, 14 Desember 2011 / 19:21 WIB
ILUSTRASI. Bawang merah bisa Anda manfaatkan sebagai penumbuh rambut.


Reporter: Eka Saputra | Editor: Djumyati P.

JAKARTA. Komisi III akhirnya terbagi dua menyikapi kebijakan moratorium remisi yang dikeluarkan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham). Empat fraksi meminta kebijakan tersebut
dicabut, yakni Partai Persatuan Pembangunan, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Demokrasi Indonesia-Perjuangan, dan Partai Golkar.

Sementara empat partai lain, Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional, Partai Gerindra, dan Partai Hanura sepakat kebijakan ini ditinjau kembali. Ada pun Partai Kebangkitan Bangsa tidak hadir dalam pertemuan hari ini (14/12).

Ahmad Yani dari PPP menegaskan bahwa kebijakan tersebut bertentangan dengan peraturan perundangan yang ada. Sementara itu, Syarifudin Sudding dari Hanura mengatakan kebijakan tersebut cukup ditinjau ulang karena secara semangat sudah sama, semangat anti-korupsi.

Ada pun Menkumham Amir Syamsuddin mengatakan "Saya melihat di sini sebetulnya meninjau kembali dan mencabut tidak terlalu ekstrem perbedaannya. Meninjau kembali untuk sesuatu yang lain dan disesuaikan dengan aturan yang ada. Saya akan putuskan hal ini dalam waktu sepatutnya," tukasnya.

Menyikapi hal tersebut, Ketua Komisi III Benny K Harman memutuskan sudah harus menyerahkan laporan keputusan soal moratorium remisi selambat-lambatnya pada masa sidang berikutnya di bulan Januari.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×