kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   104,00   0,60%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Komdigi Siapkan Rencana Strategis Dukung Industri Penyiaran


Kamis, 07 November 2024 / 16:09 WIB
Komdigi Siapkan Rencana Strategis Dukung Industri Penyiaran
ILUSTRASI. Suasana ruang kontrol NET Mediatama Televisi dari PT Net Visi Media Tbk (NETV) di Jakarta. Komdigi mendorong pertumbuhan industri penyiaran nasional untuk mewujudkan target pertumbuhan ekonomi sebesar 8%.


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mendorong pertumbuhan industri penyiaran nasional. 

Upaya ini selaras dengan penerapan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan target pertumbuhan ekonomi sebesar 8%.

Wakil Menteri Komdigi Nezar Patria menyatakan, melalui Rancangan Awal Rencana Strategis 2025-2029 Bidang Penyiaran, Pemerintah berupaya mengembangkan ekosistem untuk keberlanjutan industri penyiaran.

Baca Juga: Transaksi Judol Capai Rp 283 triliun, Komisi III Minta PPATK Jemput Bola

Hal ini mengingat pertumbuhan pasar industri media dan hiburan di Indonesia yang menjadi tiga terbesar di Asia setelah Cina dan India. 

"Pasar itu memiliki dampak ekonomi mencapai Rp 155 triliun dengan kontribusi PDB mencapai Rp 97,5 triliun. Bahkan berpotensi menyerap tenaga kerja hingga 616.000 pekerja pada tahun 2027," ujar Nezar dalam keterangan pers, Kamis (7/11).

Nezar mengajak stakeholders menjawab tantangan divergensi audiens ke berbagai platform. 

Menurutnya, pada era digital begitu banyak pilihan platform-platform yang bisa dinikmati oleh audiens. Dampaknya adalah pelaku industri penyiaran harus beradaptasi dengan kebiasaan baru pemirsa yang terus berubah. Sekaligus menjadi cara untuk menarik perhatian audiens yang tersebar di berbagai platform itu.

Oleh karena itu, Wamenkomdigi Nezar Patria mengajak pemangku kepentingan industri penyiaran terus memanfaatkan teknologi dan mengembangkan talenta digital di industri penyiaran.

Ia menilai, industri penyiaran juga perlu terus menerapkan prinsip agile dan adaptability khususnya dalam pengembangan strategi. 

"Termasuk ikut menyusun rencana strategis agar dapat menjawab permasalahan dan tantangan yang benar-benar kita hadapi,” tutur Nezar.

Baca Juga: PPATK: Hingga Awal November 2024, Transaksi Judi Online Tembus Rp 283 Triliun

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×