kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.870   -65,00   -0,36%
  • IDX 5.821   -75,34   -1,28%
  • KOMPAS100 752   -12,33   -1,61%
  • LQ45 573   -10,72   -1,84%
  • ISSI 201   -1,70   -0,84%
  • IDX30 325   -6,09   -1,84%
  • IDXHIDIV20 401   -6,69   -1,64%
  • IDX80 86   -1,38   -1,59%
  • IDXV30 108   -1,25   -1,14%
  • IDXQ30 105   -1,88   -1,76%

Kinerja industri pengolahan diproyeksi meningkat di kuartal II


Senin, 13 April 2020 / 13:53 WIB
ILUSTRASI. Pameran RHVAC 2019: Suasana pameran Refrigeration & HVAC (RHVAC) Indonesia 2019 di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (11/10).


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Kinerja industri pengolahan berada dalam fase kontraksi pada kuartal I-2020. Meski begitu, kinerja industri tersebut diperkirakan akan meningkat pada kuartal II-2020 meski masih tetap dalam fase kontraksi.

Pada kuartal kedua tahun ini, Prompt Manufacturing Index (PMI) Bank Indonesia (BI) diperkirakan akan sebesar 48,79% atau meningkat dari 45,64% pada kuartal pertama.

Baca Juga: Kegiatan investasi di Indonesia terindikasi menurun di triwulan I-2020

"Ini didorong oleh perkiraan ekspansi volume persediaan barang jadi dan pesanan barang input untuk mengantisipasi perkiraan membaiknya permintaan di kuartal III-2020," tulis bank sentral dalam keterangan resminya, Senin (13/4).

Pada kuartal kedua nanti, volume persediaan barang jadi diperkirakan akan kembali ke level ekspansif atau akan mencatat indeks sebesar 51,71%. Sebelumnya, indikator ini mengalami penurunan indeks ke level 46,69% pada kuartal I-2020.

Peningkatan ini diprediksi seiring dengan ekspansi yang terjadi pada volume pesanan barang input dan meningkatnya volume produksi. Terperinci, volume pesanan barang diperkirakan akan sebesar 52,13% setelah sebelumnya berada di level 47,28% pada kuartal I-2020.

Baca Juga: BI: Kondisi kegiatan usaha merosot tajam di kuartal I-2020

Sementara volume produksi diperkirakan akan meningkat menjadi 47,59% dari 43,10% pada kuartal pertama tahun ini. Meski meningkat dan menjadi faktor membaiknya volume persediaan barang, indikator ini diperkirakan masih berada dalam fase kontraksi.




TERBARU

[X]
×