kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.871.000   -20.000   -1,06%
  • USD/IDR 16.445   -75,00   -0,45%
  • IDX 7.107   66,36   0,94%
  • KOMPAS100 1.034   12,73   1,25%
  • LQ45 806   9,73   1,22%
  • ISSI 223   1,91   0,86%
  • IDX30 421   5,94   1,43%
  • IDXHIDIV20 502   10,81   2,20%
  • IDX80 116   1,41   1,23%
  • IDXV30 120   2,66   2,27%
  • IDXQ30 138   2,04   1,50%

Ketua Komisi II: Chairun Nisa baik dan rajin salat


Senin, 28 Oktober 2013 / 11:41 WIB
Ketua Komisi II: Chairun Nisa baik dan rajin salat
ILUSTRASI. Film Netflix original The Man of Toronto


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Agun Gunanjar terlihat menyambangi Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Senin (28/10).

Agun, yang juga merupakan anggota Fraksi Golkar hari ini mendatangi Kantor KPK guna menjenguk rekannya, Chairun Nisa yang juga merupakan tersangka kasus dugaan suap penanganan perkara Pilkada di Mahkamah Konsititusi (MK).

"Saya mengenal beliau orangnya baik. Dia yang jujur saya katakan salatnya rajin. Kali ini saya terpanggil untuk menengok, setidaknya Saya mendoakan mudah-mudahan dia bisa tahan untuk jalani proses hukum untuk mempertanggungjawabkan segala perbuatan," kata Agun kepada wartawan, Senin (28/10).

Meski demikian, ketika dikonfirmasi mengenai keterlibatannya menangani perkara Pilkada Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah. "Saya tidak tahu karena Saya tidak pernah bersama-sama itu," tambah dia. Lebih lanjut pihaknya mengatakan bantuan dari Partai Golkar kepada Chairun Nisa juga telah berjalan apa adanya.

Kasus ini berawal dari penangkapan Ketua MK Akil Mochtar pada Rabu (2/10) malam lalu terkait kasus dugaan suap Pilkada Gunung Mas.

Akil bersama-sama seorang anggota DPR Komisi II Fraksi Golkar Chairun Nisa diduga menerima suap dari pengusaha Cornelis Nalau dan Bupati Gunung Mas, Hambit Bintih.

Kini KPK telah menetapkan keempatnya sebagai tersangka. Adapun barang bukti suap dalam kasus ini berupa uang Rp 3 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU

[X]
×