kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.770.000   11.000   0,40%
  • USD/IDR 18.046   -27,00   -0,15%
  • IDX 5.595   -245,02   -4,20%
  • KOMPAS100 736   -35,18   -4,56%
  • LQ45 558   -23,17   -3,99%
  • ISSI 195   -8,81   -4,33%
  • IDX30 316   -12,58   -3,83%
  • IDXHIDIV20 392   -14,84   -3,65%
  • IDX80 84   -3,56   -4,08%
  • IDXV30 107   -4,76   -4,28%
  • IDXQ30 102   -3,95   -3,72%

Ketua Fraksi PKS juga kritisi anggaran tax amnesty


Rabu, 28 Oktober 2015 / 19:30 WIB


Sumber: TribunNews.com | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Masuknya anggaran tax amnesty atau pemutihan pajak sebagai asumsi anggaran rencana APBN 2016 terus menuai kritikan.

Ketua Fraksi PKS, Jazuli Juwaini bahkan menganggap bahwa masuknya tax amnesty tidak masuk akal. Dia mempertanyakan asal alias sumber APBN dari tax amnesty tersebut.

"Sumber APBN itu harus yang sudah pasti, dari mana? Dari pajak. Kalau asumsi dengan menggunakan tax amnesty ini, sumbernya dari mana?," kata Jazuli, Selasa (27/10) kemarin.

Jazuli memang bukan anggota Badan Anggaran DPR. Tapi, dirinya menegaskan bahwa logika masuknya tax amnesty tidak nyambung.

"Logikanya tidak nyambung, menggunakan sumber pendanaan APBN itu dari dana tax amnesty, dan tentu tidak bisa berjalan secara regulasi," katanya.

Namun, Jazuli meminta kabar itu perlu dikonfirmasi terlebih dahulu terkait kebenarannya kepada Banggar DPR RI.

"Kabar ini harus dicek dulu kepada Banggar, benar tidak adanya asumsi yang digunakan dengan hitungan tax amnesty itu. Sebab tidak mungkin, logika saya mengatakan tidak mungkin suatu sumber APBN dari sesuatu yang tidak pasti," katanya. (Wahyu Aji)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×