CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.604.000   4.000   0,15%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

Kerugian akibat pencurian ikan senilai US$ 10 miliar hingga US$ 23 miliar


Senin, 05 Desember 2011 / 21:35 WIB
ILUSTRASI. Benjolan di tangan bisa disebabkan oleh beberapa hal.


Reporter: Handoyo | Editor: Edy Can

JAKARTA. Kerugian akibat praktek illegal, unreported and unregulated (IUU) fishing mencapai US$ 10-US$ 23 miliar per tahun. Karena itu pemerintah anggota ASEAN memberlakukan sertifikasi sebelum melakukan ekspor.

"Di Eropa sudah memberlakukan sertifikasi, mereka akan menolak jika ikan yang dikirim tidak memiliki data yang jelas," ujar Menteri Kelautan dan Perikanan Sharuf C. Sutardjo, Senin (5/12).

Sharif mengatakan, mata rantai pelaku IUU Fishing dan pemasaran hasil curian yang terorganisir dengan rapi merupakan ciri kejahatan yang terorganisir. Dia mengusulkan IUU fishing sebagai bagian dari trans national organized crime.

Bagi Indonesia, selain mengancam ketahanan pangan dalam negeri, praktek IUU fishing memiliki dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan serta berpotensi mengancam pencapaian visi pembangunan kelautan dan perikanan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×