kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.669.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 16.917   7,00   0,04%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Kepala Bappenas: Pemindahan ibu kota, seksi tetapi sensitif


Selasa, 09 Februari 2021 / 18:18 WIB
Kepala Bappenas: Pemindahan ibu kota, seksi tetapi sensitif
ILUSTRASI. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa


Reporter: Ratih Waseso | Editor: Yudho Winarto

Suharso mencontohkan, dari sektor perumahan saja, jika dibuka kesempatan kepada swasta maka akan mendorong industri sekitarnya berkembang. Misalnya dari sektor properti diketahui ada banyak komponen industri yang terpaut, mulai dari semen, paku, interior, kayu dan lainnya.

"Kita telah mencoba menghitung ini bagaimana agar tidak mengganggu APBN pada saat yang sama tapi kita ingin memberikan seluas-luasnya kesempatan itu kepada swasta, dengan demikian ekonomi [bergerak] dengan kesempatan kerja terbuka terbentuk ini yang kita harapkan," jelasnya.

Hanya saja pembangunan IKN tersebut akan difokuskan pada pembangunan sarana perumahan dan perkantoran. Dengan pembangunan rumah dan kantor di IKN akan menambah laju pertumbuhan ekonomi sebesar 0,2% basis poin rata-rata per tahun.

Baca Juga: Kepala Bappenas: Pemindahan ibu kota ditunda

Intinya Suharso menambahkan, dengan peluang pembangunan perumahan dan perkantoran IKN dibuka kepada swasta maka Pemerintah dihitung tak mengeluarkan biaya dari APBN yang sangat besar.

"Pemerintah tidak perlu membangun rumah dan perkantoran itu langsung keluar dari APBN dengan jumlah yang besar sekali. Tapi karena tanah itu sudah tanah negara tinggal pembangunannya kita berikan kepada pihak swasta, sehingga ekonomi itu bergerak berjalan dengan demikian swasta punya pilihan untuk pekerjaan di sana," ungkap Suharso.

Kemudian untuk pembiayaan sendiri dengan kondisi dana pihak ketiga di Bank Indonesia yang tinggi saat ini. Maka Suharso menyebut, pembiayaan dapat diperoleh dari sana.




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×