kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

Kenaikan outlook rating berkat perbaikan fiskal


Kamis, 21 Mei 2015 / 20:47 WIB
Kenaikan outlook rating berkat perbaikan fiskal
ILUSTRASI. Film Leave the World Behind, salah satu film Hollywood yang dibintangi oleh aktris Julia Roberts dan beberapa judul film lain yang dibintanginya.


Reporter: Hendra Gunawan | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Ketua LPEM UI Kadek Dian Artha menilai, kenaikan outlook rating Indonesia oleh Standard & Poor’s dari stable menjadi positif didorong oleh perbaikan manajemen fiskal yang signifikan. Manajemen fiskal yang semula lebih menitikberatkan subsidi berubah menjadi lebih banyak ke infrastruktur ini di apresiasi oleh Standard & Poor’s.

 “Saya melihat faktor manajemen fiskal lebih banyak berkontribusi terhadap perubahan outlook rating oleh S&P,” jelas Kadek Dian di Jakarta, Kamis (21/5).

Kadek mengatakan, beberapa terobosan yang dilakukan Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro membuahkan hasil positif kenaikan outlook rating Indonesia tersebut. “Saya lihat kinerja Menkeu Bambang Brodjonegoro patut diapresiasi. Cukup signifikan berkontribusi terhadap perbaikan rating ini,” kata dia.

Menurut Kadek, perubahan anggaran pemerintah dari semula lebih besar ke subsidi menjadi ke infrastruktur dinilai S&P positif bagi struktur pengeluaran pemerintah. Faktor lainnya adalah rendahnya rasio utang terhadap PDB.

Ekonom Universitas Atmajaya Tony Prasetyantoko juga menilai hal yang sama. Menurut dia, perbaikan outlook rating salah satunya disebabkan ekspansi pemerintah di sektor fiskal. Penolakan S&P untuk menaikkan rating Indonesia sejak 2011 berhasil didobrak dengan langkah penyehatan fiskal.

“Mereka beri apresiasi terhadap kebijakan pemerintah kita, melalui pengurangan anggaran subsidi dan memperbesar anggaran infrastruktur, sehingga punya ruang fiskal besar untuk ekspansi,” kata dia.

Sementara itu, Ekonom Mandiri Sekuritas Aldian Taloputra mengatakan, kenaikan outlook rating Indonesia akan berimplikasi pada kenaikan rating Indonesia dalam beberapa waktu mendatang. Kondisi ini akan mendorong risiko investasi di Indonesia semakin membaik, baik investasi portofolio maupun investasi langsung.

Dia menilai, beberapa hal yang diminta oleh S&P sebagai persyaratan menaikkan rating telah dipenuhi pemerintah, seperti pemotongan subsidi BBM, dan memperbesar anggaran untuk infrastruktur. “Semuanya sudah dijalankan oleh pemerintah dan S&P yakin langkah reformasi akan terus berlanjut. Tapi saya surprise, karena tidak menyangka secepat ini kenaikan outlook ratingnya,” kata Aldian.

Dalam penjelasannya, S&P mengatakan kenaikan outlook didorong oleh perbaikan kebijakan manajemen fiskal dan moneter. “Kami memperkirakan langkah ini bisa memperbaiki prospek pertumbuhan Indonesia dan guncangan tekanan eksternal.”

Sejauh ini, S&P menjadi satu-satunya lembaga rating dunia yang belum menaikkan peringkat Indonesia ke investment grade (BBB). Lembaga tersebut masih mempertahankan rating Indonesia di posisi BB+, sementara Fitch Rating dan Moody’s telah menaikkannya sejak 2011.

S&P tercatat sempat menaikkan outlook peringkat Indonesia ke positif pada Februari 2006, namun kemudian pada Mei 2013 kembali diturunkan ke netral. Penurunan disebabkan S&P menilai momentum reformasi semakin mengecil seiring makin membesarnya anggaran subsidi BBM.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×