kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.805.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.241   -67,00   -0,39%
  • IDX 7.129   -249,12   -3,38%
  • KOMPAS100 967   -37,26   -3,71%
  • LQ45 691   -25,11   -3,51%
  • ISSI 259   -8,46   -3,16%
  • IDX30 382   -11,34   -2,88%
  • IDXHIDIV20 471   -11,15   -2,31%
  • IDX80 108   -4,04   -3,60%
  • IDXV30 137   -2,36   -1,69%
  • IDXQ30 123   -3,19   -2,53%

Prabowo Genjot Hilirisasi di 13 Wilayah, Tak Hanya Energi dan Mineral


Jumat, 24 April 2026 / 19:14 WIB
Diperbarui Jumat, 24 April 2026 / 19:18 WIB
Prabowo Genjot Hilirisasi di 13 Wilayah, Tak Hanya Energi dan Mineral
ILUSTRASI. Mayor Teddy Indra Wijaya (SETNEG/BPMI Setpres)


Reporter: Leni Wandira | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto mendorong percepatan program hilirisasi di 13 lokasi di seluruh Indonesia sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi berbasis nilai tambah.

Hal tersebut mengemuka saat Presiden menerima Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sekaligus Kepala Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Rosan Perkasa Roeslani di kediaman pribadinya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (24/4/2026).

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan, pemerintah tengah mematangkan pengembangan proyek hilirisasi yang akan segera dibangun di berbagai wilayah.

Baca Juga: Purbaya Siapkan Insentif Pembiayaan Berbunga Rendah untuk Industri Padat Karya

“Perkembangan program hilirisasi yang berikutnya akan dibangun segera pada 13 lokasi di Indonesia,” ujar Teddy dalam keterangan tertulisnya.

Selain progres proyek, pemerintah juga membahas minat investasi yang masuk ke sektor-sektor strategis. Investor disebut akan masuk ke sejumlah bidang, mulai dari pengolahan limbah menjadi energi (waste to energy), sumber daya mineral, hingga industri berbasis pertanian dan padat karya seperti garmen.

“Beberapa investor yang akan berinvestasi di Indonesia terutama dalam bidang waste to energy, sumber daya mineral serta industri agrikultural, padat karya dan garmen,” imbuh Teddy.

Dalam arahannya, Presiden menegaskan hilirisasi tidak boleh hanya terfokus pada sektor energi dan mineral. Ia meminta cakupan program diperluas ke sektor produktif lain seperti pertanian dan perikanan guna menciptakan nilai tambah yang lebih merata.

“Presiden Prabowo menginginkan bahwa hilirisasi tidak hanya di bidang energi dan mineral tetapi juga harus diperluas di bidang pertanian dan perikanan,” kata Teddy.

Kebijakan ini mempertegas strategi pemerintah dalam mendorong transformasi ekonomi berbasis pengolahan, memperluas penciptaan lapangan kerja, serta meningkatkan daya saing nasional. Dengan dukungan investasi yang terus mengalir, hilirisasi diharapkan menjadi salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.

Baca Juga: Purbaya Siapkan Insentif Pembiayaan Berbunga Rendah untuk Industri Padat Karya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×