Reporter: Siti Masitoh | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID – MADINAH. Kabar duka datang dari penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah (2026). Seorang jemaah haji Indonesia asal Tegal dilaporkan wafat di Tanah Suci akibat serangan jantung.
Jemaah tersebut bernama Rodiyah (68), tergabung dalam kloter SOC 03. Ia wafat pada 23 April 2026 pukul 11.45 waktu Arab Saudi di Hotel Taiba Front, Madinah, akibat Acute Coronary Syndrome.
Almarhumah telah dishalatkan usai salat Subuh dan dimakamkan di Pemakaman Baqi.
Baca Juga: Celios Kritik Tata Kelola MBG, Soroti Tumpang Tindih dan Pemborosan Anggaran
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah Ichsan Marsha menyampaikan duka cita atas wafatnya jemaah tersebut.
Pemerintah melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) juga memastikan seluruh hak jemaah tetap terpenuhi, termasuk pelaksanaan badal haji.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Kami menyampaikan duka cita atas wafatnya jemaah haji kloter SOC 03 asal Solo, atas nama Rodiyah, usia 68 tahun, akibat serangan jantung,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (24/4/2026).
Ia menjelaskan, badal haji merupakan pelaksanaan ibadah haji yang diwakilkan oleh orang lain bagi jemaah yang tidak mampu secara fisik atau telah wafat.
PPIH juga memastikan bahwa pelaksanaan ibadah haji bagi jemaah yang wafat tetap dilanjutkan sesuai ketentuan.
Baca Juga: Terbatas Penglihatan, Tak Terbatas Tekad: Mbah Sarjo Menjemput Panggilan Haji
Pemerintah mengajak seluruh pihak untuk mendoakan agar almarhumah mendapatkan husnul khatimah.
Di sisi lain, Ichsan mengungkapkan bahwa PPIH terus memantau kondisi kesehatan jemaah di Madinah.
Tercatat, sebanyak 93 jemaah menjalani rawat jalan, dua orang dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), dan satu jemaah dirujuk ke rumah sakit di Arab Saudi.
Untuk menjaga kondisi fisik jemaah, PPIH mengimbau agar kegiatan seremonial saat pelepasan di embarkasi diminimalkan.
Hal ini dilakukan agar jemaah memiliki waktu istirahat yang cukup sebelum menjalani perjalanan panjang.
Baca Juga: Standar SNI Vape Dinilai Jadi Kunci Pengawasan dan Perlindungan Konsumen
Sementara itu, jemaah yang telah berada di Madinah diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca panas. Suhu diperkirakan mencapai 34 derajat Celcius dengan tingkat kelembapan sekitar 25%.
Jemaah diimbau menjaga kesehatan dengan memperbanyak konsumsi air putih, menggunakan pelindung kepala, serta mengenakan pakaian yang nyaman.
Selain itu, jemaah juga diminta mengikuti arahan petugas dan ketua kloter, memanfaatkan waktu istirahat dengan baik, serta mengutamakan ibadah wajib.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













