kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   10.000   0,39%
  • USD/IDR 17.898   -13,00   -0,07%
  • IDX 6.165   -27,97   -0,45%
  • KOMPAS100 794   -1,66   -0,21%
  • LQ45 607   -0,79   -0,13%
  • ISSI 216   -1,81   -0,83%
  • IDX30 337   -0,51   -0,15%
  • IDXHIDIV20 431   -0,64   -0,15%
  • IDX80 91   -0,16   -0,18%
  • IDXV30 117   -0,70   -0,60%
  • IDXQ30 110   0,06   0,05%

Kenaikan iuran BPJS Kesehatan dan cukai rokok di awal 2020 tekan konsumsi masyarakat


Rabu, 01 Januari 2020 / 18:21 WIB
ILUSTRASI. Petuga BPJS Kesehatan melayani masyarakat di kantor BPJS Kesehatan Jakarta, Selasa (3/12). Kenaikan iuran BPJS Kesehatan dan cukai rokok pada awal 2020 tekan konsumsi.


Reporter: | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Kenaikan biaya iuran BPJS Kesehatan dan harga rokok mulai 1 Januari 2019 dinilai akan menekan daya beli dan konsumsi masyarakat.

Direktur Eksekutif CORE Mohammad Faisal mengatakan, kebijakan tersebut berpotensi akan melemahkan tingkat konsumsi rumah tangga di tahun 2020.

Baca Juga: Prediksi inflasi sejumlah ekonom pada Desember 2019

Kebijakan yang berlaku 1 Januari 2020 antara lain adalah kenaikan tarif BPJS Kesehatan. Langkah yang diambil untuk menyelamatkan BPJS Kesehatan itu menaikkan tarif untuk golongan mandiri.

Aturan tersebut berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 75/2019 tentang Perubahan atas Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan. Tarif Peserta Mandiri Kelas 3 naik dari Rp 25.500 menjadi Rp 42.000 per jiwa.

Sementara tarif Kelas 2 naik dari Rp 51.000 menjadi Rp 110.000 per jiwa. Tarif Kelas 1 mengalami kenaikkan 100% dari Rp 80.000 menjadi Rp 160.000 per jiwa.

Selain tarif BPJS Kesehatan, 1 Januari 2020 juga akan berlaku tarif cukai rokok baru. Kenaikan tarif cukai diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 152/PMK.010/2019 2019 tentang Perubahan Kedua atas PMK 146/2017.

Baca Juga: Ingat, mulai 1 Januari ini, iuran BPJS Kesehatan resmi naik

Berdasarkan aturan tersebut kenaikan berlaku untuk cukai Sigaret Kretek Mesin (SKM) sebesar 23,29%, Sigaret Putih Mesin (SPM) naik 29,95%, dan Sigaret Kretek Tangan (SKT) atau Sigaret Putih Tangan naik 12,84%.




TERBARU

[X]
×