kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.613.000   23.000   0,89%
  • USD/IDR 17.924   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.242   -56,72   -0,90%
  • KOMPAS100 813   -5,85   -0,71%
  • LQ45 621   -2,15   -0,35%
  • ISSI 215   -3,31   -1,52%
  • IDX30 344   -1,09   -0,32%
  • IDXHIDIV20 429   0,02   0,00%
  • IDX80 93   -0,53   -0,57%
  • IDXV30 116   -0,90   -0,76%
  • IDXQ30 111   -0,10   -0,09%

Kenaikan Harga Beras dan Gula Ancam Target Inflasi


Kamis, 07 Januari 2010 / 10:11 WIB


Reporter: Martina Prianti | Editor: Tri Adi

JAKARTA. Tampaknya, inflasi bakal berlari cepat di bulan-bulan awal 2010. Sebab, dalam tempo tidak kurang dari sepekan terakhir, harga beras sudah naik 4%. Selama ini, kenaikan harga beras menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan inflasi.

Kondisi tersebut makin diperparah oleh harga gula yang terus merangkak naik hingga 13% sejak awal Desember 2009. "Kenaikan harga beras dan gula diperkirakan akan berlangsung hingga Maret 2010 nanti," kata Ketua Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan, Rabu (6/1).

Meski kenaikan harga beras dan gula bisa memacu inflasi, Rusman tetap optimistis asumsi inflasi yang dipatok dalam APBN 2010 sebesar 5%, bisa tercapai. Soalnya, kenaikan harga dua bahan pokok tersebut diimbangi penurunan harga sembako lainnya, seperti telur, daging ayam, dan cabai.

Apalagi, pemerintah juga batal mengerek tarif dasar listrik (TDL) yang sedianya dilaksanakan awal tahun ini. "Karena multiplier effect-nya terhadap harga-harga barang lainnya besar," ujar Rusman.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×