kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.795   -35,00   -0,21%
  • IDX 8.262   130,16   1,60%
  • KOMPAS100 1.166   20,36   1,78%
  • LQ45 838   8,57   1,03%
  • ISSI 295   6,66   2,31%
  • IDX30 435   3,63   0,84%
  • IDXHIDIV20 518   -0,43   -0,08%
  • IDX80 130   2,04   1,59%
  • IDXV30 142   0,91   0,64%
  • IDXQ30 140   -0,07   -0,05%

Kemkeu pesismistis target penerimaan cukai plastik bisa tercapai tahun ini


Jumat, 12 Juli 2019 / 17:08 WIB
Kemkeu pesismistis target penerimaan cukai plastik bisa tercapai tahun ini


Reporter: Yusuf Imam Santoso | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Keuangan (Kemkeu) telah memasukkan cukai plastik untuk target penerimaan sebanyak Rp 500 miliar dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019.

Kepala Kepabeanan dan Cukai Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemkeu, Nasruddin Joko Suryono mengaku pesimistis bila kebijakan tersebut bisa efektif di tahun ini. Sebab melihat siklus pembahasan, pengkajian dan penetapan cukai kantong plastik hanya menyisakan lima bulan tahun anggaran pada 2019.

Maka dari itu, kemungkinan target penerimaan cukai dari kantong plastik agak sulit tercapai jika pembahasannya berlarut-larut. Nasruddin mengatakan bila cukai kantong plastik terealisasi di tahun ini, dia masih belum bisa memprediksi berapa besar potensi dari target penerimaan APBN 2019.

Pengajuan cukai kantong plastik sudah berada di dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) tinggal menunggu keputusan dari Komisi XI DPR RI. Saat pembahasan PMK terkait cukai plastik, DPR meminta agar Kemkeu melakukan kajian ulang.

DRP menyarankan terkait barang plastik apa yang akan dikenakan cukai apakah itu hanya kantong plastik atau ke produk plastik lainnya.

Selanjutnya berkas cukai kantong plastik akan dibahas dalam Peraturan Pemerintah (PP) yang melibatkan kementerian terkait di mana saat ini telah dibentuk panitia antar kementeriannya, sedangkan pembahasan tarif cukainya melalui peraturan menteri keuangan.

“Sehingga dalam proses ini perlu dukungan dan sosialisasi ke masyarakat akan pentingnya kesadaran lingkungan melalui instrumen fiskal,” kata Nasrudin kepada Kontan, Jumat (12/7).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×