kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.700.000   20.000   0,75%
  • USD/IDR 17.893   11,00   0,06%
  • IDX 6.308   -66,30   -1,04%
  • KOMPAS100 824   -11,36   -1,36%
  • LQ45 627   -6,88   -1,09%
  • ISSI 218   -2,25   -1,02%
  • IDX30 351   -3,45   -0,97%
  • IDXHIDIV20 427   -2,56   -0,60%
  • IDX80 94   -1,21   -1,26%
  • IDXV30 118   -0,71   -0,60%
  • IDXQ30 111   -0,80   -0,71%

Kemiskinan Ekstrem RI Tinggal 1,5%, World Bank: Pengentasan Kemiskinan Lebih Cepat


Selasa, 09 Mei 2023 / 16:45 WIB
ILUSTRASI. World Bank menyebut Indonesia menjadi negara yang berhasil meraih capaian luar biasa dalam mengentaskan kemiskinan. ANTARA FOTO/Fauzan/rwa.


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. World Bank (Bank Dunia) menyebut Indonesia menjadi negara yang berhasil meraih capaian luar biasa dalam mengentaskan kemiskinan.

Dalam laporannya berjudul "Pathways Towards Economic Security: Indonesia Poverty Assessment, World Bank melaporkan bahwa, tingkat kemiskinan ekstrem yang diukur berdasarkan Paritas Daya Beli (PPP) pada 2011 sebesar US$ 1,9 per kapita per hari, berhasil turun dari 19% pada tahun 2002 menjadi 1,5% pada tahun 2022.

Dengan angka tersebut, World Bank meyakini tujuan pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem pada tahun 2024 akan terlaksana lebih cepat.

Baca Juga: Entaskan Kemiskinan di Indonesia, Berikut Rekomendasi Bank Dunia

"Secara praktis memenuhi tujuan pemerintah untuk memberantas kemiskinan ekstrem lebih cepat dari jadwal yang diharapkan pada tahun 2024," tulis World Bank dalam laporannya, dikutip Selasa (9/5).

Dengan kemiskinan ekstrem yang hampir hilang, strategi pengentasan kemiskinan harus memperluas fokusnya agar mencakup juga rumah tangga miskin dan menengah. 

Meski begitu, World Bank bilang, sebagai calon negara berpenghasilan menengah ke atas, Indonesia perlu memperluas fokusnya di luar kemiskinan ekstrem beralih dari US$ 1,9 per kapita pada 2021, ke garis yang lebih tinggi untuk negara berpenghasilan menengah.

"Fokusnya juga harus mencakup rumah tangga yang secara ekonomi tidak aman, yang rentan jatuh kembali ke dalam kemiskinan," kata World Bank.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×