Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.170
  • EMAS682.000 0,44%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Kemhub terapkan sistem WIM di Jembatan Timbang

Senin, 23 Juli 2018 / 18:15 WIB

Kemhub terapkan sistem WIM di Jembatan Timbang
ILUSTRASI. Menhub saat beri sambutan di FGD

Berita Terkait

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dalam rangka melakukan pembaruan jembatan timbang, pemerintah akan menerapkan teknologi baru untuk mendeteksi truk dengan kelebihan muatan. Teknologi ini dinamakan Weight In Motion (WIM).

Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setyadi mengatakan, tujuannya untuk mempercepat proses penimbangan truk yang melintasi jembatan timbang. Ini dilakukan karena tidak semua truk mengalami over dimensi dan overloading (Odol).


“Kami akan menerapkan teknologi baru, yakni untuk jembatan timbang yang baru masuk itu adalah kendaraan yang melakukan pelanggaran,” ujarnya saat melakukan Focus Group Discussion (FGD) di gedung Kadin, Senin (23/7).

Dia menjelaskan, alat ini akan berfungsi sebagai alat deteksi truk yang melanggar atau tidak, overloading atau tidak. Setelah melewati alat ini dan memberikan signal tidak overload, maka truk akan diharapkan langsung keluar.

“Tapi kalau melakukan pelanggaran kita masukan ke dalam dan untuk melakukan penimbangan,” tambahnya.

Lalu dia melanjutkan, dari sisi penindakan, pemerintah akan menjaring truk odol dengan pelanggaran 100%. Di mana target pemeirntah akan menurunkan angka pelanggaran tersebut.

“100% artinya kapasitas truk 20 ton tapi dia mengangkut 40 ton itu sudah 100%. Tapi jika kapasitas 20 ton tapi mengangkut 30 ton sementara belum di turunkan,” jelasnya.

Sebagai pilot project, Kemhub baru menerapkan sistem pada tiga jembatan timbang yakni, di Balonggandung Karawang, Losarang, dan terakhir Widang.

“Tapi tujuan kami bukan untuk menindak, tapi kami ingin di sini tujuannya supaya apa yang dilakukan pemerintah dan pelaku usaha saling bekerja sama untuk menciptakan situasi yang kondusif dan tidak menimbulkan kerugian bagi negara,” imbuhnya.


Reporter: Arsy Ani Sucianingsih
Editor: Yudho Winarto
Video Pilihan

TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.0592 || diagnostic_web = 0.3499

Close [X]
×