kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Kementerian PUPR targetkan pembangunan 500.000 ha irigasi hingga 2024


Jumat, 08 November 2019 / 16:32 WIB

Kementerian PUPR targetkan pembangunan 500.000 ha irigasi hingga 2024
ILUSTRASI. Padat Karya di Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat Dalam rangkaian acara kunjungan kerja ke Sumatra Barat Presiden Joko Widodo pada hari Kamis 8 Februari 2018, meninjau palaksanaan program padat karya tunai d Nagari Limo Kaum, Kabupaten Tanah Datar.


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Pekerjaam Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan membangun sebanyak 500.000 hektare (ha) irigasi dalam lima tahun kedepan atau peride 2019-2024

Hal itu dikatakan oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono setelah bertemu dengan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo di Kementerian PUPR, Jumat (8/11). Pertemuan ini untuk membahas kerjasama antara dua kementerian terkait perbaikan irigasi pertanian.

Baca Juga: Kementerian PUPR rehabilitasi bendung dan saluran irigasi bendung Gumbasa, Sulteng

Selain membangun irigasi, Basuki mengatakan, Kementerian PUPR akan merehabilitasi 2,5 juta hektar irigasi yang ada. "Rehabilitasi irigasi 5 tahun ke depan sekitar 2,5 juta ha. Kemudian pembanguan irigasi baru 500.000 hektar," kata Basuki kepada Wartawan di Lobby Gedung Kementerian PUPR, Jumat (8/11).

Basuki mengatakan, pihaknya bersama Kementerian Pertanian akan melakukan pemetaan lokasi yang dipilih untuk dibangun irigasi. Yang terang, terdapat 15 provinsi yang akan difokuskan untuk rehabilitasi dan pembangunan irigasi.

"Agriculture ada tujuh syaratnya kesesuaian lahan, ada airnya, aksesbilitas, petani, iklimnya baik," ungkap dia.

Basuki menyatakan, pertemuan hari ini akan ditindaklanjuti dengan Memorandum Of Understanding (MoU) pada Desember 2019 mendatang dan akan ditargetkan mulai bekerja pada Januari 2020 mendatang.

Baca Juga: Pemerintah tetapkan empat wilayah baru untuk relokasi pasca bencana tsunami Sulteng

Sebagai informasi, Kementerian PUPR selama lima tahun belakangan ini, telah membangun irigasi seluas 1 juta hektar, dan rehabilitasi irigasi 3 juta ha.

 


Reporter: Vendi Yhulia Susanto
Editor: Noverius Laoli

Video Pilihan


Close [X]
×