kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.831   13,00   0,07%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Kementerian PUPR akan rehabilitasi jaringan irigasi 28.000 ha lahan food estate


Jumat, 03 Juli 2020 / 19:42 WIB
ILUSTRASI. Petani menanam bibit tanaman padi di areal persawahan Desa Ketanjung, Karanganyar, Demak, Jawa Tengah, Selasa (23/10/2018). Meski belum memasuki musim hujan karena kemarau panjang yang dipengaruhi oleh anomali cuaca El Nino, petani setempat mulai melakuka


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Noverius Laoli

Nantinya, pengembangan food estate ini tidak dilakukan secara tradisional. Menurut Syahrul, akan ada pula intervensi mekanisasi dan teknologi. Nantinya, di food estate tersebut akan ada dryer hingga rice milling unit, sehingga hasil beras yang dihasilkan sudah bisa dikemas dengan baik.

Lebih lanjut, Basuki mengatakan, dengan rehabilitasi irigasi ini, produktivitas lahan food estate tersebut bisa meningkat menjadi 4 ton hingga 5 ton per hektare. Menurut dia, saat ini produktivitas dari sawah yang ada baru sekitar 1,2 ton hingga 2,9 ton.

Baca Juga: Bangun food estate tahap 1, pemerintah siapkan lahan 30.000 hektare

Adapun, Basuk mengatakan,i rehabilitasi irigasi ini akan rampung di 2022, dimana biaya yang dibutuhkan untuk rehabilitasi irigasi dari 2021-2022 sekitar Rp 2,9 triliun. Sementara, biaya untuk mendesain rehabilitasi irigasi di 2020 sekitar Rp 49 miliar.

Sementara itu, Kementan akan mengeluarkan anggaran sebesar Rp 180 miliar untuk pengadaan alsintan dan sarana produksi (saprodi). Namun, menurutnya, Kementan akan membutuhkan anggaran Rp 2,1 triliun untuk pengerjaan food estate ini.

Sementara itu, pengerjaan food estate ini tak hanya melibatkan Kementerian PUPR dan Kementan, tetapi juga BUMN, Kementerian Pertahanan hingga Kementerian Desa dan PDTT.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×