kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Purbaya: Sektor Swasta Jadi Kunci Ekspansi Ekonomi Jangka Panjang


Minggu, 15 Februari 2026 / 10:36 WIB
Purbaya: Sektor Swasta Jadi Kunci Ekspansi Ekonomi Jangka Panjang
ILUSTRASI. Menkeu Purbaya dan Satgas P2SP Hilangkan Hambatan Perizinan dan Beban Cukai Bioetanol Pertamina (KONTAN/Nurtiandriyani S)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis siklus bisnis perekonomian akan mengalami ekspansi hingga 2033 mendatang. Bila dapat dimanfaatkan dengan baik, maka ekspansi bisnis perekonomian diperkirakan tumbuh kisaran 7% hingga 7,5%.

“Nanti kalau sudah 7% pasti ada strategi untuk mengubah struktur perekonomian, sekarang belum jalankan sekarang adalah men-drive pertumbuhan secara optimal dulu,” tutur Purbaya kepada awak media, Jumat (13/2/2026).

Fase ekspansi biasanya dapat berlangsung dengan pertumbuhan sekitar 7%–10%, lalu diikuti periode resesi sekitar satu tahun sebelum kembali memasuki fase ekspansi berikutnya.

Baca Juga: Kemenkeu Janji Rasio Utang Mentok Dijaga Dilevel 40% dari PDB

Ia mencontohkan, Indonesia terakhir mengalami fase ekspansi panjang sejak 2009 hingga 2020, kemudian masuk ke periode resesi, dan kini kembali berada dalam fase ekspansi. Nah untuk saat ini, fase ekspansi diperkirakan berlangsung sejak 2023 hingga 2033 mendatang.

Purbaya membeberkan, pihaknya mampu mendorong fase ekspansi bisnis perekonomian hingga 10 tahun mendatang tanpa membebani defisit APBN.

Berkaca pada era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, pertumbuhan ekonomi sempat mencapai sekitar 6%, defisit APBN berhasil turun signifikan dari kisaran 100% menjadi sekitar 23.

Menurutnya, penurunan tersebut terjadi karena sektor swasta menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi. Ia menambahkan, dengan mengombinasikan peran pemerintah dan sektor swasta sebagai dua mesin pertumbuhan, maka rasio utang dapat dijaga tetap relatif datar sementara ekonomi tumbuh lebih cepat.

“Jadi tugas saya itu, mikirin itu saja,” tambahnya.

Baca Juga: Kemensos Reaktivasi Kepesertaan PBI JKN untuk Penderita Penyakit Kronis

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×