kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.703.000   40.000   1,50%
  • USD/IDR 16.976   59,00   0,35%
  • IDX 9.112   36,74   0,40%
  • KOMPAS100 1.260   3,95   0,31%
  • LQ45 890   1,06   0,12%
  • ISSI 333   2,35   0,71%
  • IDX30 454   1,72   0,38%
  • IDXHIDIV20 537   3,30   0,62%
  • IDX80 140   0,38   0,27%
  • IDXV30 148   1,34   0,91%
  • IDXQ30 146   0,47   0,33%

Kementan terbitkan rekomendasi impor bawang putih sebanyak 103.000 ton


Senin, 10 Februari 2020 / 16:56 WIB
Kementan terbitkan rekomendasi impor bawang putih sebanyak 103.000 ton
ILUSTRASI. Penjualan bawang putih di pasar tradisional, Jakarta Selatan, Kamis (6/2). Harga bawang putih mulai merangkak naik. Terkait kondisi tersebut, pemerintah dipandang perlu mempertimbangkan opsi untuk diversifikasi pasar impor bawang putih. Pemerintah pun dis


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Pertanian (Kementan) telah menerbitkan rekomendasi impor produk hortikultura (RIPH) untuk komoditas bawang putih. Total volume bawang putih yang diberikan rekomendasinya sebanyak 103.000 ton.

"[RIPH] 103.000 ton sudah diterbitkan Jumat kemarin," ujar Direktur Jenderal Hortikultura Kementan Prihasto Setyanto, Senin (10/2).

Baca Juga: Strategi pemerintah antisipasi perlambatan pertumbuhan ekonomi kuartal I 2020

Meski tak merinci berapa banyak perusahaan yang mendapatkan RIPH tersebut, tetapi Prihasto memastikan RIPH yang diberikan tengah diproses di Kementerian Perdagangan untuk mendapatkan persetujuan impor.

Lebih lanjut, Prihasto membeberkan, kebanyakan bawang putih yang akan diimpor berasal dari China. Dia pun mengatakan, impor bawang putih dari China diizinkan, mengingat dari hasil rapat terbatas yang dilakukan, tidak terdapat penularan virus corona melalui tanaman.

Baca Juga: Stabilkan harga, puluhan ton bawang putih dan cabai digelontorkan di Jakarta

Sebelumnya, harga bawang putih mengalami lonjakan. Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS), harga bawang putih sampai Senin (10/2) sudah mencapai Rp 55.300 per kg.

Prihasto mengaku, tingginya harga karena pasokan bawang putih yang menipis. Dia berharap, harga bawang putih pun kembali stabil setelah impor bisa direalisasikan.

Sejauh ini, Prihasto mengatakan, saat ini masih terdapat stok bawang putih sebanyak 70.000 ton, yang diperkirakan akan mencukupi kebutuhan hingga Maret. Nantinya, RIPH yang diberikan pun untuk memenuhi kebutuhan bawang putih beberapa bulan berikutnya.

"Terakhir stok kurang lebih 70.000 ton, sampai Maret nanti sebetulnya stok itu cukup, tetapi kita buka lagi untuk mengantisipasi 2-3 bulan ke depan," tutur Prihasto.

Baca Juga: Stabilkan harga, Kementan gelontorkan cabai di enam pasar DKI

Sementara, Prihasto menjelaskan kebutuhan bawang putih nasional sekitar 560.000-580.000 ton per tahun atau sekitar 47.000 ton per bulan, dimana kemampuan produksi dalam negeri hanya sekitar 85.000 ton.

"Dari data yang ada, produksi bawang putih dalam negeri sekitar 85.000 ton, tetapi itu difokuskan untuk benih dulu, supaya kalau kita ngejar dirproduksi dalam negeri bawang putih itu," jelas Prihasto.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×