Reporter: Hervin Jumar | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Pertanian (Kementan) mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp 22,43 triliun untuk tahun 2027. Dengan tambahan tersebut, total anggaran Kementan diusulkan naik hampir dua kali lipat dari pagu indikatif Rp 23,23 triliun menjadi sekitar Rp 45 triliun.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman mengatakan, tambahan anggaran diperlukan untuk mendukung target peningkatan produksi pangan strategis, pengembangan kawasan pertanian, hilirisasi komoditas, pengembangan peternakan, penyediaan benih unggul, hingga penguatan penyuluhan pertanian.
"Untuk itu mohon kiranya Ibu Ketua dan pimpinan serta anggota Komisi IV dapat menyetujui usulan penyesuaian pagu indikatif Kementerian Pertanian tahun 2027 yang awalnya Rp 23 triliun menjadi Rp 45 triliun untuk selanjutnya dapat diusulkan dibahas pada rapat dengan Badan Anggaran DPR," ujar Amran dalam rapat kerja Komisi IV DPR RI bersama Kementerian Pertanian di Gedung Parlemen, Rabu (10/6/2026).
Baca Juga: Presiden Prabowo Bakal Kunjungi Rusia Hadiri KTT ASEAN-Rusia 17 Juni
Berdasarkan surat bersama Menteri Keuangan dan Menteri PPN/Bappenas tertanggal 7 Mei 2026, pagu indikatif Kementan tahun 2027 ditetapkan sebesar Rp 23,23 triliun.
Dari jumlah tersebut, sebesar Rp 13,61 triliun dialokasikan untuk mendukung Program Prioritas Nasional (PPN), terutama pengembangan kawasan pangan terintegrasi dan kawasan perkebunan.
Namun, Kementan menilai kebutuhan pendanaan untuk mencapai target swasembada pangan dan peningkatan produksi komoditas strategis masih jauh lebih besar. Karena itu, kementerian mengajukan tambahan anggaran Rp 22,43 triliun.
Dalam rincian usulan tambahan anggaran, Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian memperoleh porsi terbesar senilai Rp 5,5 triliun. Kemudian Direktorat Jenderal Hortikultura sebesar Rp 3,2 triliun, Direktorat Jenderal Perkebunan Rp 3,27 triliun, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Rp 1,56 triliun, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Rp 1,69 triliun, serta Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Rp 2,68 triliun.
Kementan menyatakan, tambahan dana tersebut akan diarahkan untuk mempercepat peningkatan produksi komoditas pangan yang selama ini masih bergantung pada impor.
Pemerintah juga berencana memperluas pengembangan kawasan hortikultura, meningkatkan produksi pangan untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis, menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, serta mendorong ekspor produk pertanian.
Baca Juga: Ada UMKM Pecah Usaha, Pengamat Hitung Potensi Kebocoran Pajak Tembus Rp 5,1 Triliun
Amran pun menegaskan sektor pertanian menjadi salah satu kunci menjaga ketahanan pangan nasional di tengah meningkatnya risiko krisis pangan global.
Menurutnya, pemerintah menargetkan percepatan swasembada pangan melalui pengembangan kawasan pangan terintegrasi yang mencakup komoditas padi, jagung, kedelai, ubi kayu, hingga peternakan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













