kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Kemenlu Copot Tiga Pejabatnya yang Terlibat Korupsi Tiket


Jumat, 05 Maret 2010 / 13:49 WIB


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Tri Adi

JAKARTA. Sebagai tindak lanjut atas proses penyidikan kasus dugaan korupsi mark up-refund tiket pesawat. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menyatakan sudah mencopot tiga pejabat internalnya yang diduga terlibat dalam kasus ini

"Pejabat yang di diduga terlibat sudah dicopot dari jabatannya dan kita sama-sama mengikuti bahwa sudah masuk ke ranah hukum. Dengn masuknya ke ranah hukum tentunya kewenangan untuk memberikan penjelasan dipegang Kejagung," kata Teuku Faizasyah, juru bicara Kemlu, Jakarta, Jumat (5/3).

Langkah pencopotan ini merupakan tindak lanjut dari inspektorat jenderal Kemenlu yang menemukan adanya keterlibatan beberapa orang penting Kemenlu dalam kasus korupsi tiket diplomat. Pejabat yang dicopot itu yakni Kepala Biro Keuangan Ade Wismar Wijaya, Kepala Sub Bagian Administrasi Perjalanan Dinas Ade Sudirman, dan Kepala Bagian Pelaksanaan Anggaran Syarif Syam Arman. "Proses pencopotan itu sudah dilakukan sejak tiga minggu lalu," jelasnya.

Kasus yang diduga terjadi sejak 2007 ini awalnya adalah laporan masyarakat yang ditindaklanjuti Kejagung dan sudah ada beberapa nama yang sudah ditetapkan tersangka. Di antaranya Direktur Utama PT Indowanua Inti Sentosa, Syarwanie Soeni, sebagai rekanan Kemenlu, dan dua tersangka dari pihak Kemenlu, yaitu mantan Staf Biro Keuangan Kementerian Luar Negeri, Ade Wismar Wijaya dan Kasubag Verifikasi Kemenlu, Ade Sudirman.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×