CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.604.000   4.000   0,15%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

Kemenkeu Targetkan Defisit Anggaran Hingga 2,53% di Kerangka Ekonomi Makro PPKF 2026


Selasa, 20 Mei 2025 / 12:24 WIB
Kemenkeu Targetkan Defisit Anggaran Hingga 2,53% di Kerangka Ekonomi Makro PPKF 2026
ILUSTRASI. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan keterangan pers terkait efisiensi anggaran di lingkungan Kementerian/Lembaga di Komisi III DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/2/2025). Sri Mulyani menargetkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 di kisaran 2,48% hingga 2,53% dari Produk Domestik Bruto (PDB).


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Menteri Keuangan Sri Mulyani menargetkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 pada kisaran 2,48% hingga 2,53% dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Hal tersebut disampaikan Sri Mulyani saat membacakan dokumen Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2026 dalam Sidang Paripurna DPR RI, Senin (20/5).

"Dalam menghadapi dan mengantisipasi tekanan dan dinamika global, kebijakan fiskal terus dirancang tetap ekspansif, tearah dan terukur," kata Sri Mulyani.

Baca Juga: Pemerintah Serahkan KEM-PPKF 2026 ke DPR Besok, Jadi Dasar Awal Pembahasan APBN 2026

Adapun pendapatan negara pada tahun 2026 ditetapkan pada kisaran 11,71% hingga 12,22% PDB. 

Sementara itu, belanja negara pada tahun 2026 ditetapkan pada kisaran 14,19% hingga 14,75% PDB.

Ia menegaskan, kebijakan APBN atau fiskal sangat penting untuk menjaga stabilitas ekonomi, melalui strategi counter cyclical yang efektif dan dari timing pelaksanaan menjadi penting.

Baca Juga: Pajak Ambrol, Defisit Anggaran Berisiko Jebol

"Dukungan kepada dunia usaha dan masyarakat akan terus diperkuat," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×