kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.032   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.236   49,76   0,80%
  • KOMPAS100 817   5,56   0,69%
  • LQ45 621   2,39   0,39%
  • ISSI 215   1,38   0,65%
  • IDX30 350   1,18   0,34%
  • IDXHIDIV20 430   0,35   0,08%
  • IDX80 93   0,50   0,54%
  • IDXV30 118   0,33   0,28%
  • IDXQ30 112   0,18   0,16%

Kemenkeu Targetkan Defisit Anggaran Hingga 2,53% di Kerangka Ekonomi Makro PPKF 2026


Selasa, 20 Mei 2025 / 12:24 WIB
Kemenkeu Targetkan Defisit Anggaran Hingga 2,53% di Kerangka Ekonomi Makro PPKF 2026
ILUSTRASI. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan keterangan pers terkait efisiensi anggaran di lingkungan Kementerian/Lembaga di Komisi III DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/2/2025). Sri Mulyani menargetkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 di kisaran 2,48% hingga 2,53% dari Produk Domestik Bruto (PDB).


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Menteri Keuangan Sri Mulyani menargetkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 pada kisaran 2,48% hingga 2,53% dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Hal tersebut disampaikan Sri Mulyani saat membacakan dokumen Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2026 dalam Sidang Paripurna DPR RI, Senin (20/5).

"Dalam menghadapi dan mengantisipasi tekanan dan dinamika global, kebijakan fiskal terus dirancang tetap ekspansif, tearah dan terukur," kata Sri Mulyani.

Baca Juga: Pemerintah Serahkan KEM-PPKF 2026 ke DPR Besok, Jadi Dasar Awal Pembahasan APBN 2026

Adapun pendapatan negara pada tahun 2026 ditetapkan pada kisaran 11,71% hingga 12,22% PDB. 

Sementara itu, belanja negara pada tahun 2026 ditetapkan pada kisaran 14,19% hingga 14,75% PDB.

Ia menegaskan, kebijakan APBN atau fiskal sangat penting untuk menjaga stabilitas ekonomi, melalui strategi counter cyclical yang efektif dan dari timing pelaksanaan menjadi penting.

Baca Juga: Pajak Ambrol, Defisit Anggaran Berisiko Jebol

"Dukungan kepada dunia usaha dan masyarakat akan terus diperkuat," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×