kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.850.000   19.000   0,67%
  • USD/IDR 17.099   75,00   0,44%
  • IDX 6.971   -18,40   -0,26%
  • KOMPAS100 958   -7,36   -0,76%
  • LQ45 702   -6,10   -0,86%
  • ISSI 250   -0,25   -0,10%
  • IDX30 382   -5,99   -1,54%
  • IDXHIDIV20 472   -9,70   -2,02%
  • IDX80 108   -0,78   -0,72%
  • IDXV30 130   -2,34   -1,76%
  • IDXQ30 124   -2,23   -1,77%

Kemenkeu pastikan protokol manajemen krisis siap jika diperlukan


Senin, 23 Maret 2020 / 16:28 WIB
ILUSTRASI. Pemerintah mempersiapkan dan menyempurnakan protokol manajemen krisis jika sewaktu-waktu dibutuhkan.


Reporter: Grace Olivia | Editor: Khomarul Hidayat

Luky mengatakan, langkah BSF ini dipersiapkan meski sampai saat ini belum ditempuh oleh Kemenkeu.

“Tentu kita berharap tidak memakai BSF ini. Performa  bond issuance kita masih cukup solid dengan support dari investor domestik. Tapi di sisi lain, kita juga sudah punya payung seandainya dibutuhkan,” ujar Luky.

Baca Juga: PBOC: Ekonomi China akan pulih cepat dan berpotensi tumbuh signifikan di kuartal dua

Direktur Jenderal Anggaran Askolani menambahkan, pemerintah juga memiliki anggaran sebesar Rp 10 triliun hingga Rp 15 triliun dalam APBN 2020 yang ditujukkan sebagai  fiscal buffer. Sebagian dari dana tersebut sudah digunakan untuk paket kebijakan stimulus ekonomi pertama dan kedua dalam rangka meredam dampak Covid-19 ke perekonomian.

“Kita masih punya cadangan untuk stabilisasi harga untuk mengantisipasi kebijakan ke depan, kita juga punya cadangan untuk mengantisipasi risiko fiskal seperti bencana atau konsekuensi lain yang lebih dalam,” tutur Askolani.

Baca Juga: Ekspor industri manufaktur meningkat 10,93% di dua bulan pertama tahun ini

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×