kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Kemenkeu pastikan protokol manajemen krisis siap jika diperlukan


Senin, 23 Maret 2020 / 16:28 WIB
ILUSTRASI. Pemerintah mempersiapkan dan menyempurnakan protokol manajemen krisis jika sewaktu-waktu dibutuhkan.


Reporter: Grace Olivia | Editor: Khomarul Hidayat

Luky mengatakan, langkah BSF ini dipersiapkan meski sampai saat ini belum ditempuh oleh Kemenkeu.

“Tentu kita berharap tidak memakai BSF ini. Performa  bond issuance kita masih cukup solid dengan support dari investor domestik. Tapi di sisi lain, kita juga sudah punya payung seandainya dibutuhkan,” ujar Luky.

Baca Juga: PBOC: Ekonomi China akan pulih cepat dan berpotensi tumbuh signifikan di kuartal dua

Direktur Jenderal Anggaran Askolani menambahkan, pemerintah juga memiliki anggaran sebesar Rp 10 triliun hingga Rp 15 triliun dalam APBN 2020 yang ditujukkan sebagai  fiscal buffer. Sebagian dari dana tersebut sudah digunakan untuk paket kebijakan stimulus ekonomi pertama dan kedua dalam rangka meredam dampak Covid-19 ke perekonomian.

“Kita masih punya cadangan untuk stabilisasi harga untuk mengantisipasi kebijakan ke depan, kita juga punya cadangan untuk mengantisipasi risiko fiskal seperti bencana atau konsekuensi lain yang lebih dalam,” tutur Askolani.

Baca Juga: Ekspor industri manufaktur meningkat 10,93% di dua bulan pertama tahun ini

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×