Reporter: Yusuf Imam Santoso | Editor: Noverius Laoli
Sedangkan kementerian dengan nilai BMN terbesar kedua ialah Kementerian Pertahanan dengan nilai BMN sebesar Rp 1.749,48, disusul Kementerian Sekretariat Negara dengan nilai BMN sebesar Rp 636,39 triliun.
Sementara itu, pada tahun sebelumnya, nilai aset tetap mengalami kenaikan yang signifikan yakni dari Rp 1.931 triliun di tahun 2018 menjadi Rp 5.950 triliun di tahun 2019.
Baca Juga: Taspen gelar vaksinasi untuk anak
Hal itu berasal dari pelaksanaan revaluasi (penilaian kembali) BMN pada komponen aset tanah, gedung bangunan, dan jalan, irigasi dan jaringan. Penilaian kembali BMN dilakukan guna menyajikan nilai wajar aset sebagai bentuk akuntabilitas laporan keuangan pemerintah.
Dirjen Kekayaan Negara Rionald Silaban mengatakan pihaknya terus mengupayakan aset negara bisa tercatat, sehingga memiliki administrasi yang baik. Hal ini akan mempengaruhi transparansi dan pertanggungjawaban.
“Ini menjadi perhatian kami untuk menjaga aset secara administrasi sehingga tercatat dan ada di dalam buku kepemilikan pemerintah,” kata Rionald.
Selanjutnya: BUMN Makin Haus Suntikan Modal Segar
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)