kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Kemenkeu: Kriteria ponsel mewah itu subjektif


Selasa, 15 April 2014 / 15:19 WIB
Kemenkeu: Kriteria ponsel mewah itu subjektif
ILUSTRASI. Prediksi Line Up Timnas Prancis di Laga Melawan Australia, Rabu (23/11) Dini Hari


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) hingga kini belum juga menetapkan besaran tarif dan harga ponsel yang akan dikenakan tarif pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM). Kemenkeu masih harus mendiskusikan ponsel yang dikenakan tarif.

"Kriteria mewah itu subjektif. Tidak hanya harga, tetapi juga dari fiturnya," ujar Wakil Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro di Jakarta, Selasa (15/4).

Sekadar gambaran, Kementerian Perindustrian dan Perdagangan sepakat untuk mengenakan tarif PPnBM bagi semua jenis ponsel. Tarif yang diusulkan Kementerian Perdagangan adalah 20%.

Menurut Bambang, Kemkeu tidak ingin menerapkan aturan PPnBM bagi ponsel lalu kemudian memunculkan selundupan. Antisipasi yang dilakukan Kemkeu adalah mendorong Kementerian Komunikasi dan Informatika unutk menerapkan sistem International Mobile Equipment Identity (IMEI) di Indonesia. "Kalau sistem ini bisa dijalankan kita mau karena IMEI paralel dengan persiapan PPnBM ponsel," tandasnya.

Asal tahu, IMEI terdiri dari 15 kode digit.IMEI digunakan sebagai nomor identifikasi ponsel. Di dalamnya terdapat informasi mengenai kode negara, kode assembling, kode manufaktur, dan serial number.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×