kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.884.000   16.000   0,56%
  • USD/IDR 17.206   48,00   0,28%
  • IDX 7.634   12,62   0,17%
  • KOMPAS100 1.054   2,19   0,21%
  • LQ45 759   1,54   0,20%
  • ISSI 277   0,40   0,14%
  • IDX30 403   0,28   0,07%
  • IDXHIDIV20 490   1,86   0,38%
  • IDX80 118   0,34   0,29%
  • IDXV30 139   0,96   0,70%
  • IDXQ30 129   0,30   0,23%

Kemenkes siapkan program vaksinasi khusus bagi jemaah haji dan umrah


Selasa, 21 September 2021 / 17:46 WIB
ILUSTRASI. Petugas kesehatan menunjukkan vaksin Moderna saat vaksinasi COVID-19 dosis ketiga di Rumah Sakit Bali Mandara, Denpasar, Bali, Rabu (4/8/2021). ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/aww.


Reporter: Abdul Basith Bardan | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Kesehatan akan menyiapkan program vaksinasi khusus untuk calon jemaah haji dan umrah. Hal itu untuk menyesuaikan vaksinasi dengan ketentuan Kerajaan Arab Saudi. 

Asal tahu saja, meski sudah menerima vaksin Sinovac dan Sinopharm, Arab Saudi masih meminta jemaah umrah mendapat satu suntikan tambahan atau booster dari 4 vaksin yang ditetapkan oleh Arab Saudi.

Antara lain adalah vaksin Pfizer, AstraZeneca, Moderna, dan Johnson and Johnson. Hal itu sebagai persyaratan jemaah umrah dan haji di masa pandemi virus corona (Covid-19).

"Karena persyaratan disyaratkan oleh Saudi Arabia bahwa harus 3 kali suntikan dengan 1 (suntikan berupa) booster itu tentunya akan kita penuhi sebelum pemberangkatan," ujar Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes Abdul Kadir dalam Diskusi Publik Apa Kabar Umrah Kita, Selasa (21/9).

Baca Juga: Pemerintah optimistis pelaksanaan ibadah umrah akan segera dibuka

Kadir bilang pemerintah akan melakukan komunikasi dengan pihak Arab Saudi terkait vaksin yang akan digunakan. Sehingga pelaksanaan vaksinasi akan menyesuaikan.

"Kemenkes akan membuat semacam suatu program khusus jadi teman-teman dan saudara kita jemaah haji dan jemaah umrah itu tentunya akan dibuatkan program khusus untuk vaksinasi," terang Kadir.

Meski begitu, pelaksanaan tersebut belum dilakukan saat ini. Hal itu menunggu keputusan Kerajaan Arab Saudi untuk kembali membuka pelaksanaan ibadah umrah bagi jemaah Indonesia.

Menunggu itu, masyarakat disampaikan Kadir dapat mengikuti program vaksinasi yang dilakukan pemerintah. Selain itu tetap menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Selanjutnya: UPDATE Corona Indonesia, 21 September: Tambah 3.263 kasus baru, terus pakai masker

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×