kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Kemendikbud sebut pembelajaran daring terkendala koneksi internet


Kamis, 09 Juli 2020 / 13:11 WIB
ILUSTRASI. Pembelajaran online. ANTARA FOTO/Dedhez Anggara/aww.


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyebutkan, sejak pandemi covid-19, pembelajaran daring mulai diterapkan. Hal ini sesuai arahan dari Presiden Joko Widodo dan ditindaklanjuti dengan terbitnya Surat Edaran untuk melakukan pembelajaran dari rumah atau pembelajaran daring.

Plt Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud Nizam mengatakan, sejak pembelajaran dari rumah dimulai, sebanyak 98 persen perguruan tinggi telah melakukan pembelajaran daring. Hanya saja kebanyakan masih terkendala dengan koneksi internet.

Baca Juga: Jokowi ingatkan Prabowo dan menteri lain percepat belanja, bayarnya pakai uang tunai

“Yang menjadi masalah utama adalah koneksi internet, 60 persen lebih mengatakan masalah dengan koneksi,” kata Nizam ketika rapat dengar pendapat dengan Komisi X DPR, Kamis (9/7).

Meski terkendala koneksi internet, Nizam menyebut sekitar 59 persen mahasiwa siap melakukan pembelajaran secara daring. Kemudian, pemahaman dan kualitas perkuliahan terbilang cukup bagus.

Namun demikian, Nizam mengakui perlu ada yang harus diperbaiki dalam pembelajaran daring ke depannya. Yakni terkait kesiapan dosen dalam menyiapkan modul pembelajaran dan beban tugas yang berlebihan diawal-awal penerapan pembelajaran secara daring. Sebab itu, kedepan pihaknya akan fokus pada penguatan dosen dan penguatan modul pembelajaran.

Baca Juga: Alhamdulilah! Mendikbud Nadiem Makarim beri keringanan biaya kuliah semester ganjil

“Meskipun ketercapaian pembelajaran cukup baik. Akan tetapi 90 persen (mahasiswa) mengatakan masih lebih baik pembelajaran secara langsung atau tatap muka,” kata Nizam.

Selain itu, dalam persiapan menuju masa tatanan baru (new normal), Nizam menyebut, pihaknya akan memperbaiki pembelajaran agar lebih adaptif, perbaikan atau peningkatan mutu pembelajaran daring. Serta penguatan infrastruktur yakni berkoordinasi dengan Kominfo beserta internet provider untuk menjangkau titik-titik blank spot di daerah 3T (terdepan, terpencil, tertinggal) dan perbaikan akses koneksi internet.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×