kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45756,38   -11,60   -1.51%
  • EMAS1.009.000 -1,46%
  • RD.SAHAM -0.64%
  • RD.CAMPURAN -0.30%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Kemendikbud sebut pembelajaran daring terkendala koneksi internet


Kamis, 09 Juli 2020 / 13:11 WIB
Kemendikbud sebut pembelajaran daring terkendala koneksi internet
ILUSTRASI. Pembelajaran online. ANTARA FOTO/Dedhez Anggara/aww.

Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyebutkan, sejak pandemi covid-19, pembelajaran daring mulai diterapkan. Hal ini sesuai arahan dari Presiden Joko Widodo dan ditindaklanjuti dengan terbitnya Surat Edaran untuk melakukan pembelajaran dari rumah atau pembelajaran daring.

Plt Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud Nizam mengatakan, sejak pembelajaran dari rumah dimulai, sebanyak 98 persen perguruan tinggi telah melakukan pembelajaran daring. Hanya saja kebanyakan masih terkendala dengan koneksi internet.

Baca Juga: Jokowi ingatkan Prabowo dan menteri lain percepat belanja, bayarnya pakai uang tunai

“Yang menjadi masalah utama adalah koneksi internet, 60 persen lebih mengatakan masalah dengan koneksi,” kata Nizam ketika rapat dengar pendapat dengan Komisi X DPR, Kamis (9/7).

Meski terkendala koneksi internet, Nizam menyebut sekitar 59 persen mahasiwa siap melakukan pembelajaran secara daring. Kemudian, pemahaman dan kualitas perkuliahan terbilang cukup bagus.

Namun demikian, Nizam mengakui perlu ada yang harus diperbaiki dalam pembelajaran daring ke depannya. Yakni terkait kesiapan dosen dalam menyiapkan modul pembelajaran dan beban tugas yang berlebihan diawal-awal penerapan pembelajaran secara daring. Sebab itu, kedepan pihaknya akan fokus pada penguatan dosen dan penguatan modul pembelajaran.

Baca Juga: Alhamdulilah! Mendikbud Nadiem Makarim beri keringanan biaya kuliah semester ganjil

“Meskipun ketercapaian pembelajaran cukup baik. Akan tetapi 90 persen (mahasiswa) mengatakan masih lebih baik pembelajaran secara langsung atau tatap muka,” kata Nizam.

Selain itu, dalam persiapan menuju masa tatanan baru (new normal), Nizam menyebut, pihaknya akan memperbaiki pembelajaran agar lebih adaptif, perbaikan atau peningkatan mutu pembelajaran daring. Serta penguatan infrastruktur yakni berkoordinasi dengan Kominfo beserta internet provider untuk menjangkau titik-titik blank spot di daerah 3T (terdepan, terpencil, tertinggal) dan perbaikan akses koneksi internet.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.


TERBARU

[X]
×