kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

Kemendagri minta pemda angkat jubir untuk beri informasi seputar corona


Selasa, 03 Maret 2020 / 20:58 WIB
Kemendagri minta pemda angkat jubir untuk beri informasi seputar corona
ILUSTRASI. Warga menggunakan masker untuk menutupi sebagian wajah sat melintas di kawasan MH. Thamrin, Jakarta, Selasa (03/03).


Reporter: Rahma Anjaeni | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) meminta seluruh pemerintah daerah (pemda) mengangkat seorang juru bicara (jubir) untuk memberikan informasi seputar penyebaran maupun detail dari virus corona (Covid-19).

Kepala Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri Bahtiar mengatakan, penunjukan jubir ini dilakukan sebagai upaya untuk mencegah ataupun meminimalkan berita bohong (hoaks) atau ketidakjelasan informasi yang beredar di tengah masyarakat.

Baca Juga: Antisipasi virus corona di tempat wisata, travel diminta siapkan masker

"Seluruh pemda diharapkan mengaktifkan jubir untuk menjelaskan kepada publik dan pers terkait isu corona, jangan sampai terjadi simpang siur," ujar Bahtiar dalam keterangan tertulis, Selasa (3/3).

Adapun penunjukan jubir di lingkungan pemda juga didukung dengan dikeluarkannya Surat Edaran Nomor 480/3502/SJ kepada Gubernur dan 480/3503/SJ tanggal 6 Mei 2019 kepada Bupati/Walikota tentang Penunjukan Juru Bicara di Lingkungan Pemerintah Daerah.

Menurut Bahtiar, penunjukan ini penting dilakukan apalagi saat ini berita hoaks sangat mudah beredar.

Nantinya, Kemendagri juga meminta agar jubir dari berbagai pemda ini dapat melakukan koordinasi dengan dinas kesehatan (dinkes) ataupun instansi terkait agar mampu memberikan pemahaman terkait virus corona.

"Jubir tersebut harus berkoordinasi dengan dinkes sebagai leading sector dalam penanganan soal kesehatan, termasuk terkait wabah virus corona," kata Bahtiar.

Baca Juga: Penyebaran virus corona berpotensi seret pertumbuhan ekonomi ke level 4%

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×