kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.631.000   29.000   1,11%
  • USD/IDR 16.870   24,00   0,14%
  • IDX 8.885   -52,03   -0,58%
  • KOMPAS100 1.226   -2,75   -0,22%
  • LQ45 867   -1,47   -0,17%
  • ISSI 324   0,11   0,04%
  • IDX30 441   1,22   0,28%
  • IDXHIDIV20 520   3,38   0,65%
  • IDX80 136   -0,29   -0,21%
  • IDXV30 144   0,32   0,22%
  • IDXQ30 142   1,10   0,79%

Kemenag prioritaskan jemaah yang belum berhaji


Jumat, 13 Januari 2017 / 12:22 WIB
Kemenag prioritaskan jemaah yang belum berhaji


Reporter: Ramadhani Prihatini | Editor: Dupla Kartini

SITUBONDO. Presiden Joko Widodo telah mengumumkan bahwa kuota haji Indonesia tahun 2017 menjadi 221.000 jemaah. Ada kenaikan kuota yang cukup signifikan di tahun ini, yaitu 52.200 jemaah. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengaku bersyukur dengan kenaikan ini. Menurutnya, peningkatan ini sangat berarti karena sudah empat tahun kuota Indonesia dipotong 20% hanya tinggal 168.800 jemaah.

"Mudah-mudahan ini akan semakin memperpendek antrian para calon jamaah haji Indonesia," kata Menag pada siaran tertulisnya, Kamis (12/1)

Menurut Menag, antrian jemaah haji Indonesia saat ini cukup panjang, meski berbeda-beda antar provinsi. Ditanya soal pemanfaatan kuota, Menag mengatakan bahwa itu akan diprioritaskan bagi yang belum berhaji. Menag berharap jemaah yang sudah pernah berhaji untuk bisa berbesar hati memberikan kesempatan kepada sesama saudaranya yang belum berhaji.

"Prioritas betul-betul ditujukan bagi yang belum berhaji sama sekali," ujar Lukman Hakim Saifuddin.

Menag mengatakan bahwa kewajiban berhaji hanya sekali. Mereka yang sudah pernah menjalankan, sesungguhnya sudah tidak berkewajiban lagi untuk berhaji. "Kewajibannya sudah gugur maka kita beri kesempatan bagi yang belum berhaji sama sekali," terangnya.

Di tempat terpisah, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Abdul Djamil menegaskan bahwa, setelah kuota diumumkan, maka pihaknya saat ini tengah melakukan berbagai persiapan penyelenggaran ibadah haji 2017. Persiapan itu bahkan sudah dilakukan sejak akhir tahun lalu.

Menurut Abdul Djamil, ada tiga fokus yang akan dilakukan ke depan. Pertama, pembahasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) dengan DPR RI. Setiap tahun, BPIH dibahas bersama dengan Komisi VIII DPR. Hasil pembahasan antara kedua belah pihak ini kemudian dibawa ke Presiden untuk diterbitkan Keputusan Presiden tentang BPIH.

"Fokus kedua terkait persiapan kegiatan dalam negeri yang meliputi: pelunasan, konsolidasi dengan pihak terkait, persiapan embarkasi, manasik haji, dan lainnya," ujarnya.

Selain persiapan dalam negeri, lanjut Abdul Djamil, jajarannya juga akan fokus pada persiapan layanan jemaah haji di Arab Saudi. "Fokus ketiga adalah kordinasi dengan instansi di Arab Saudi menyangkut akomodasi, transportasi, layanan armina, dan layanan lainnya," katanya.

Mantan Rektor IAIN Walisongo Semarang ini berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan bagi jemaah haji. Menurutnya, seiring dengan bertambahnya kuota jemaah haji, maka persiapan yang harus dilakukan juga perlu ditambah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×