kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.843   41,00   0,24%
  • IDX 8.265   -25,61   -0,31%
  • KOMPAS100 1.168   -3,76   -0,32%
  • LQ45 839   -2,54   -0,30%
  • ISSI 296   -0,31   -0,10%
  • IDX30 436   -0,20   -0,04%
  • IDXHIDIV20 521   0,94   0,18%
  • IDX80 131   -0,34   -0,26%
  • IDXV30 143   0,44   0,31%
  • IDXQ30 141   0,17   0,12%

Kekosongan ekspor Indonesia ke China sulit digantikan


Minggu, 09 Februari 2020 / 21:57 WIB
Kekosongan ekspor Indonesia ke China sulit digantikan
ILUSTRASI. Aktivitas bongkar muat di Terminal Petikemas Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (3/1).


Reporter: Rahma Anjaeni | Editor: Noverius Laoli

Namun, menurut Bob, ada beberapa negara lain yang dapat berpotensi sebagai tujuan ekspor baru menggantikan China. Beberapa diantaranya adalah negara-negara seperti Afrika Barat, Amerika Tengah, Timur Tengah, serta Australia.

Lalu untuk produk ekspornya sendiri, pemeritah bisa mencoba mengekspor produk dari industri makanan, komponen otomotif, minyak sawit (palm oil), biodiesel, serta beberapa produk lain yang bersifat komplementer atau bersifat saling mengisi dengan negara lain di ASEAN.

Baca Juga: Pasar lesu, Surya Toto (TOTO) tahan ekspansi tahun ini

"Misalnya ekspor biodiesel ke Thailand yang sekarang sedang berupaya memperbaiki kualitas udaranya," papar Bob.

Meskipun berbagai negara tersebut bisa dijadikan sebagai alternatif, tetapi menurut Bob prosesnya tetap tidak akan mudah.

"Tidak mudah karena negara lain juga pasar dalam negerinya terganggu akibat perlambatan ekonomi. Alternatif satu-satunya adalah dengan memperkuat pasar dalam negeri," kata Bob.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×