kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

KEK Karawang, Bekasi, Purwakarta tak penuhi syarat


Senin, 06 November 2017 / 22:13 WIB


Reporter: Ramadhani Prihatini | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kajian inisiasi pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Karawang, Bekasi dan Purwakarta dinilai tidak memenuhi kriteria KEK yang telah ditetapkan. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro menyatakan untuk menjadi KEK ada tiga syarat utama .

Syarat tersebut ia bilang pertama, harus di luar Pulau Jawa. Kedua, daerah tersebut mempunyai potensi tapi belum bisa berkembang karena kurangnya infrastruktur. Ketiga, perlu dukungan regulasi karena kurangnya insentif.

"Jadi tidak mencangkup kriteria ketiganya, karena daerah tersebut sudah berkembang pesat,"kata Bambang, Senin (6/11).

Dia bilang untuk wilayah tersebut pihaknya mendorong untuk pengembangan metropolitan yang terintegrasi dari Jakarta. Pengembangan infrastrktur dan konektivitas menurutnya justru yang diperlukan agar menarik investor agar lebih efisien. Daerah ini kata dia perlu diberikan pengelolaan khusus dibawah payung hukum daerah metropolitan.

"Dan juga aturan yang diharapkan mereka jangan sampai ada aturan yang masih ada menggangu iklim investasi di situ,"jelas dia.

Payung hukum kota metropolitan yang terintegrasi menurutnya perlu segera di terbitkan. Lantaran menurut kajian Bappenas, tahun 2045 metropolitan Jakarta itu akan bersinggungan dengan metropolitan Bandung. Daerah tersebut pun diestimasikan memiliki jumlah penduduk hingga 80 juta orang. Maka butuh antisipasi dari sisi infrastruktur dan penataan ruangnya.

"Payung hukumnya kita siapkan metropolitannya dulu, kita mau rubah sedikit supaya metropolitan itu sifatnya adalah dinamis perkembangan wilayah dan bukan karena ada daerah yang mengusulkan ingin jadi metropolitan,"jelas dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×