kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.615.000   -20.000   -0,76%
  • USD/IDR 18.110   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.040   1,68   0,03%
  • KOMPAS100 789   0,53   0,07%
  • LQ45 599   -3,49   -0,58%
  • ISSI 210   2,97   1,43%
  • IDX30 339   -1,95   -0,57%
  • IDXHIDIV20 422   -0,99   -0,24%
  • IDX80 90   0,01   0,01%
  • IDXV30 116   1,09   0,96%
  • IDXQ30 109   -0,38   -0,35%

Target Pertumbuhan Ekonomi RI Kian Berat, Laju PDB Diproyeksi Melambat


Rabu, 15 Juli 2026 / 05:31 WIB
Target Pertumbuhan Ekonomi RI Kian Berat, Laju PDB Diproyeksi Melambat
ILUSTRASI. Proses Bongkar di Termibal Kontainer Tanjung Priok, Jakarta (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Dendi Siswanto, Siti Masitoh | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Target pertumbuhan ekonomi yang dicanangkan pemerintah semakin berat untuk dicapai.

Sejumlah lembaga internasional dan pelaku pasar kompak memperkirakan laju ekonomi Indonesia masih akan bertahan di kisaran 5% dalam beberapa tahun ke depan, bahkan cenderung melambat setelah 2026.

Lembaga pemeringkat internasional S&P Global Ratings dalam laporan terbarunya memperkirakan produk domestik bruto (PDB) riil Indonesia tumbuh 5,1% pada 2026.

Namun, pada periode 2027-2029, pertumbuhan ekonomi diproyeksikan melambat dengan rata-rata hanya 4,9% per tahun.

Menurut S&P, prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia masih ditopang oleh belanja fiskal pemerintah dan kebijakan hilirisasi sumber daya alam yang berpotensi meningkatkan penerimaan negara serta nilai ekspor.

Baca Juga: ADB Ramal Pertumbuhan Ekonomi RI Stabil di 5,2%

Pengawasan yang lebih ketat terhadap sektor mineral dan sumber daya alam juga dinilai dapat memperkuat pendapatan negara dalam jangka menengah.

Meski begitu, S&P mengingatkan perubahan kebijakan yang berlangsung cepat serta ketidakpastian implementasinya berisiko mengganggu kepercayaan investor.

Kondisi tersebut dapat memberi tekanan terhadap nilai tukar rupiah maupun pasar keuangan domestik.

Dalam laporannya, S&P mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,6% secara tahunan pada kuartal I-2026. Kenaikan itu terutama didorong oleh peningkatan belanja selama musim liburan dan pencairan anggaran pemerintah yang lebih besar.

Namun, perbaikan di sektor riil tersebut belum tercermin di pasar keuangan. Sepanjang semester I-2026, kapitalisasi pasar saham Indonesia tercatat menyusut lebih dari 30%, sementara nilai tukar rupiah melemah sekitar 7% terhadap dolar AS.

Menurut S&P, perbedaan kinerja tersebut mencerminkan meningkatnya ketidakpastian, baik dari faktor global maupun domestik.

Baca Juga: Ekonomi RI Merana Saat Macan Asia Menyala

Proyeksi S&P sejalan dengan pandangan sejumlah lembaga internasional lainnya. International Monetary Fund (IMF) mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5% pada 2026 dan meningkat tipis menjadi 5,1% pada 2027.

Sementara itu, Asian Development Bank (ADB) masih memperkirakan ekonomi Indonesia tumbuh 5,2% pada 2026, sama seperti proyeksi yang dirilis pada April lalu.

Di sisi lain, Mirae Asset Sekuritas Indonesia justru merevisi turun proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional.

Mirae kini memperkirakan ekonomi Indonesia hanya tumbuh 4,8% pada 2026 dan 4,9% pada 2027, lebih rendah dibandingkan proyeksi sebelumnya masing-masing sebesar 5% dan 5,1%.

Baca Juga: Moody’s Proyeksi Ekonomi RI Stagnan di 5% Jangka Menengah, Risiko Fiskal Jadi Sorotan

Rangkaian proyeksi tersebut menunjukkan ekspektasi pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun ke depan masih tertahan di kisaran 5%, sehingga target pertumbuhan yang lebih tinggi akan membutuhkan dorongan baru di tengah ketidakpastian global dan domestik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×