Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah bergerak cepat melakukan langkah luar biasa untuk menangani dampak bencana banjir dan longsor yang melumpuhkan wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah dengan membentuk Satuan Tugas Khusus (Satgassus) Garuda guna mempercepat proses pemulihan daerah terdampak.
Wakil Ketua Satgassus Garuda, Yasbun mengungkapkan pembentukan satuan tugas ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan pimpinan tertinggi negara yang dirancang untuk menjadi motor penggerak percepatan di lapangan agar dampak bencana tidak berlarut-larut.
"Atas dasar arahan dari Bapak, maka dibentuklah Satuan Tugas Khusus Garuda. Satgassus ini diharapkan memberikan dampak positif di Sumatera pasca bencana," ujarnya melalui keterangan resmi, Rabu (28/1/2026).
Baca Juga: Kementerian PKP Targetkan 2.603 Hunian Tetap Korban Bencana Sumatra Rampung Mei 2026
Yasbun menjelaskan, Satgassus Garuda dipimpin oleh Michael Angelo Langie, sosok yang memiliki rekam jejak mentereng di bidang inovasi. Michael merupakan peraih penghargaan Global Innovation and Technology Award tahun 2025 dan dikenal sebagai juara dunia di bidang IT.
Kehadiran figur pakar teknologi ini diharapkan membawa pendekatan baru yang lebih efisien dalam manajemen bencana.
Adapun tugas perdana yang akan diemban oleh Satgassus ini adalah menangani pemulihan di Provinsi Aceh. Yasbun mengonfirmasi, timnya sudah mulai diterjunkan ke sejumlah titik di wilayah paling barat Indonesia itu untuk melakukan asesmen dan langkah darurat.
Dia menyebut peran satuan ini sangat strategis dalam menjaga stabilitas dan percepatan di wilayah bencana.
Baca Juga: Percepat Pemulihan Bencana, Pemerintah Kembalikan TKD Rp 10,6 Triliun ke Aceh-Sumatra
"Dengan tugas dan fungsi secara global sebagai palang pintu terakhir negara kesatuan republik indonesia dan secara detail tertutup," pungkasnya
Selain Yasbun dan Michael Angelo Langie, nama Willem Frans Ansanay juga disebut-sebut menjadi bagian dari lingkaran strategis yang mengawal jalannya Satgassus ini.
Kolaborasi figur-figur ini diharapkan mampu memangkas jalur birokrasi dalam penyaluran bantuan dan pembangunan kembali infrastruktur yang rusak di tiga provinsi Sumatra tersebut.
Baca Juga: Satgassus Penerimaan Polri Ungkap Kendala Pungut PNBP di Sektor Perikanan
Selanjutnya: Permintaan Hedging Dolar AS Meledak, UBS Ingatkan Risiko Tekanan pada Bank Global
Menarik Dibaca: Usia Emas Terancam Nyeri Sendi? Ini Cara Maia Estianty Menghindarinya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













