kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

KEIN sebut industri UMKM dapat menjadi penopang pertumbuhan ekonomi nasional


Senin, 27 Mei 2019 / 21:00 WIB


Reporter: Grace Olivia | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Konsumsi rumah tangga masih menjadi sumber sekaligus penopang pertumbuhan ekonomi Indonesia selama ini. Untuk mencapai target pertumbuhan yang lebih tinggi, pemerintah mesti meningkatkan kinerja ekspor nasional dan investasi yang selama ini masih tumbuh moderat.

Untuk mendorong ekspor dan investasi, Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) menilai, sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) patut dipertimbangkan untuk menjadi penopang perekonomian.

Pasalnya, pada 2018 pertumbuhan ekspor hanya sebesar 6,7%, sementara pertumbuhan impor mencapai 20,2% yoy. Adapun, realisasi investasi di tahun 2018, baik penanaman modal asing (PMA) maupun dalam negeri (PMDN) hanya sebesar 4,1% yoy. 

Wakil Ketua KEIN Arif Budimanta mengatakan, berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UMKM, sebanyak 98,7% usaha di Indonesia merupakan usaha mikro, yang menyerap 89,17% tenaga kerja domestik, serta berkontribusi sebanyak 36,82% terhadap PDB Indonesia.

"Tapi perannya masih sangat kecil dalam kegiatan ekspor dan investasi sehingga masih memiliki potensi yang sangat besar," ujar Arif dalam Media Gathering KEIN, Senin (27/5).

Dari simulasi yang dilakukan KEIN, jika 10% saja dari UMKM di Indonesia mengalami kenaikan kelas, hal itu dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga level 7% bahkan 9,3% secara tahunan (yoy).

Arif mengatakan, UMKM sangat potensial untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lebih tinggi lagi. Namun dibutuhkan kebijakan disertai dengan eksekusi yang baik di sektor ini agar simulasi tersebut bisa terwujud.

Langkah yang harus diambil untuk mewujudkan hal tersebut adalah dengan mendorong program UMKM tumbuh dan naik kelas secara intensif untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi yang berkualitas.

Oleh karena itu, meningkatkan peran UMKM dalam aktivitas ekspor dan investasi, baik melalui insentif fiskal maupun moneter, menurut KEIN, wajib dilakukan. Investasi juga dapat diarahkan kepada UMKM, terutama UMKM yang berorientasi ekspor.

"Peningkatan ekspor dan investasi harus tetap dilakukan, sejalan dengan penguatan UMKM. Hal ini juga sesuai dengan mandat Presiden Joko Widodo yang mengatakan kunci pertumbuhan ekonomi saat ini hanya ada dua, yakni kenaikan ekspor dan investasi,” tutur Arif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×