kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.709.000   20.000   0,74%
  • USD/IDR 17.978   -34,00   -0,19%
  • IDX 5.983   96,77   1,64%
  • KOMPAS100 791   16,03   2,07%
  • LQ45 597   10,40   1,77%
  • ISSI 205   3,67   1,83%
  • IDX30 340   5,81   1,74%
  • IDXHIDIV20 421   6,51   1,57%
  • IDX80 89   1,70   1,93%
  • IDXV30 112   1,81   1,65%
  • IDXQ30 110   1,64   1,52%

Kehadiran vaksin Covid-19 tak jamin ekonomi bisa melaju kuat


Senin, 28 Desember 2020 / 14:58 WIB
ILUSTRASI. Kehadiran vaksin Covid-19 tak jamin ekonomi bisa melaju kuat.


Penulis: Venny Suryanto | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Hadirnya vaksin Covid-19 menjadi harapan baru bagi perbaikan perekonomian dalam negeri. Namun demikian, pemerintah tetap perlu berhati-hati lantaran vaksin bukan menjadi jaminan bisa mempercepat pemulihan ekonomi tahun depan.

"Kalau masyarakatnya masih sulit mematuhi protokol (kesehatan), sekalipun ada vaksin Covid-19 maka akan sulit juga memitigasi penyebaran," kata Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati, pekan lalu.

Enny mengingatkan, vaksin Covid-19 bukan salah satu langkah yang bisa membuat ekonomi 2021 melaju kencang. Ia mengatakan, salah satu pendorong ekonomi dapat cepat pulih adalah bagaimana masyarakat dapat kembali memiliki pekerjaan dan menghasilkan pendapatan.

Baca Juga: Tambah 1 juta kasus kurang dari seminggu, infeksi virus corona di AS tembus 19 juta

Dua hal tersebut lanjut dia, secara otomatis akan mendorong daya beli masyarakat yang akan berkontribusi pada pemulihan ekonomi nasional.

Namun demikian, anggaran perlindungan sosial di tahun 2021 belum tentu akan mendorong daya beli masyarakat. Apalagi, anggaran tersebut justru lebih kecil dibandingkan alokasi pada tahun ini.

Sebab, "Anggaran perlindungan sosial 2020 saja tidak cukup memadai dan efektif untuk sekadar menopang daya beli. Terbukti konsumsi rumah tangga terkoreksi cukup dalam tahun ini," tambahnya.

Enny menyebut, pandemi yang melanda sejak Maret lalu, membuat angka pengangguran terbuka bulan Agustus 2020 bertambah dari 7,10 juta orang menjadi 9,77 juta orang.

Selanjutnya: Kasus Covid-19 di Indonesia tembus 700.000, ini 25 gejala virus corona menurut WHO

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×