kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.087   -43,00   -0,24%
  • IDX 5.924   11,92   0,20%
  • KOMPAS100 771   1,79   0,23%
  • LQ45 589   1,88   0,32%
  • ISSI 204   0,51   0,25%
  • IDX30 334   0,92   0,28%
  • IDXHIDIV20 413   1,96   0,48%
  • IDX80 88   0,34   0,39%
  • IDXV30 112   1,14   1,02%
  • IDXQ30 107   0,13   0,12%

Yield SBN 10 Tahun Dipatok 6,9%, Sri Mulyani Janji Jaga Kepercayaan Pasar


Kamis, 21 Agustus 2025 / 14:03 WIB
Yield SBN 10 Tahun Dipatok 6,9%, Sri Mulyani Janji Jaga Kepercayaan Pasar
ILUSTRASI. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan, asumsi yield SBN 10 tahun tersebut menggambarkan komitmen pemerintah untuk menjaga kredibilitas makroekonomi sekaligus membangun kepercayaan pasar.


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Pemerintah menetapkan asumsi imbal hasil surat berharga negara (SBN) tenor 10 tahun sebesar 6,9% dalam rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan, asumsi yield SBN 10 tahun tersebut menggambarkan komitmen pemerintah untuk menjaga kredibilitas makroekonomi sekaligus membangun kepercayaan pasar serta menurunkan biaya defisit APBN.

“Level tersebut menggambarkan pemerintah yang akan terus berusaha menjaga kredibilitas makro untuk menciptakan confidence menurunkan biaya defisit APBN,” ujar Sri Mulyani dalam Sidang Paripurna DPR, Kamis (21/8/2025).

Baca Juga: Sri Mulyani: Anggaran TKD Turun Karena Sebagian Anggaran Dialihkan ke Belanja Pusat

Selain menetapkan yield SBN, pemerintah juga memasang asumsi nilai tukar rupiah di kisaran Rp 16.500 per dolar Amerika Serikat.

Sri Mulyani menegaskan, angka tersebut bukanlah target kurs, melainkan sekadar reference point untuk perhitungan APBN.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pemerintah akan berkoordinasi dengan Bank Indonesia (BI) di dalam menyusun kebijakan fiskal dan moneter agar tetap terjaga stabilitas dan kondusif terhadap pertumbuhan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×