kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.049.000   4.000   0,13%
  • USD/IDR 16.943   24,00   0,14%
  • IDX 7.711   133,47   1,76%
  • KOMPAS100 1.077   18,47   1,75%
  • LQ45 788   15,37   1,99%
  • ISSI 273   5,07   1,89%
  • IDX30 419   8,93   2,18%
  • IDXHIDIV20 515   13,10   2,61%
  • IDX80 121   2,06   1,73%
  • IDXV30 139   2,88   2,11%
  • IDXQ30 135   3,02   2,28%

Kecelakaan bus pada arus mudik & balik turun 54,5%


Rabu, 13 Juli 2016 / 23:00 WIB
Kecelakaan bus pada arus mudik & balik turun 54,5%


Sumber: Kompas.com | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan jumlah kecelakan bus Antar Kota dan Antar Provinsi (AKAP) pada arus mudik dan balik tahun 2016 turun 54,58 persen dari 240 kecelakaan menjadi 109 kecelakaan.

Direktur Jenderal Pehubungan Darat Kemenhub Pudji Hartanto Iskandar mengatakan penurunan terjadi dikarenakan pemeriksaan atau rampcheck secara keseluruhan yang dilakukan Kemenhub kepada bus AKAP. Namun, karena keterbatasan petugas tidak seluruh bus AKAP yang diperiksa.

"Tanggung jawab 14 ribu bus akap, rampcheck 10 ribuan kurang. Terlalu banyak, masih banyak bus yang tidak dilakukan pengujian dan operasi. Banyak kendala ke depan," katanya dalam koferensi pers Evaluasi arus mudik dan balik di Posko Angkutan Lebaran Kemenhub, Jakarta, Rabu (13/7/2016).

Pudji menegaskan kecelakaan bus yang menewaskan sembilan orang dengan tujuan Lembang bukan bus AKAP untuk angkutan penumpang. Menurut dia, bus tersebut merupakan bus sewaan yang mengangkut karyawan untuk mudik.

"Remnya blong, dikocok nggak mau akhirnya guling. Enam (meninggal) di lokasi, tiga di RS. Saya lakukan investigasi dengan penguji, nggak pernah di KIR, Rem tangan mungkin saat operasional nggak berfungsi. Sudah hal sewajarnya dia ngeblong," jelasnya.

Pudji juga mengungkapkan seluruh penumpang transportasi umum khusus bus AKAP dapat terangkut dan tidak ada yang terlantar saat arus mudik dan balik lebaran tahun 2016.

"Alhamdulillah secara umum penumpang bisa terangkut dan tidak ada yang terlantar. Kalau kepadatan saya dapat laporan ada yang berebut naik bus di Solo dan Tasik, tapi bisa diatur kepala terminal dan bisa tertib kembali," pungkasnya. (Penulis: Achmad Fauzi)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026 Mastering Strategic Management for Sustainability

[X]
×