kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.870   -65,00   -0,36%
  • IDX 5.821   -75,34   -1,28%
  • KOMPAS100 752   -12,33   -1,61%
  • LQ45 573   -10,72   -1,84%
  • ISSI 201   -1,70   -0,84%
  • IDX30 325   -6,09   -1,84%
  • IDXHIDIV20 401   -6,69   -1,64%
  • IDX80 86   -1,38   -1,59%
  • IDXV30 108   -1,25   -1,14%
  • IDXQ30 105   -1,88   -1,76%

Kebutuhan restorasi gambut Rp 12 juta per hektare


Kamis, 31 Maret 2016 / 18:25 WIB


Reporter: Agus Triyono | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Pemerintah akan merestorasi lahan gambut yang terbakar. Mereka menargetkan, dalam waktu lima tahun ini bisa merestorasi lahan gambut sampai dengan 2 juta hektare.

Nazir Foead, Kepala Badan Restorasi Gambut mengatakan, restorasi gambut tersebut memerlukan biaya yang sangat besar.

Besaran biaya tersebut dihitung berdasarkan kebutuhan anggaran yang diperlukan untuk merestorasi satu hektare lahan dalam lima tahun yang mencapai Rp 12 juta. "Jadi hitung saja misalnya mau restorasi 1 juta hektare butuhnya berapa," katanya di Jakarta, Kamis (31/3).

Berdasarkan perhitungannya, setidaknya dibutuhkan anggaran Rp 12 triliun untuk melaksanakan restorasi gambut tersebut.

Nazir mengatakan, saat ini pihaknya tengah menghitung, mana yang harus dibiayai dengan APBN, uang dari lembaga donor maupun dari perusahaan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×