kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.664   -12,00   -0,07%
  • IDX 6.636   -31,42   -0,47%
  • KOMPAS100 867   -5,52   -0,63%
  • LQ45 658   -5,19   -0,78%
  • ISSI 231   -0,99   -0,43%
  • IDX30 368   -3,06   -0,83%
  • IDXHIDIV20 455   -4,73   -1,03%
  • IDX80 99   -0,80   -0,81%
  • IDXV30 125   -1,37   -1,08%
  • IDXQ30 118   -1,17   -0,99%

Karhutla Melanda 458 Hektare Kawasan Pengembangan IKN, BNPB Perkuat Mitigasi


Minggu, 06 September 2026 / 15:12 WIB
Karhutla Melanda 458 Hektare Kawasan Pengembangan IKN, BNPB Perkuat Mitigasi
ILUSTRASI. Kepala BNPB Suharyanto (Pusdatin dan Komunikasi Kebencanaan/BNPB)


Reporter: Prayogi Ikhrawinata | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berdampak terhadap sekitar 458 hektare di kawasan pengembangan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur. Luasan terbesar berada di kawasan hutan Tahura Bukit Soeharto, yang secara administratif berada dalam wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Penajam Paser Utara.

Meski berada di kawasan pengembangan IKN, area terdampak karhutla tersebut tidak seluruhnya masuk kawasan inti pemerintahan. Karhutla juga terpantau di sejumlah titik sekitar Sepaku dan perbatasan wilayah IKN. Berdasarkan pemantauan terakhir, kebakaran belum mengancam langsung kawasan inti pemerintahan maupun kegiatan pembangunan IKN.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengatakan, kondisi tersebut tetap perlu diantisipasi sejak dini. Pemerintah memperkuat pemantauan untuk mencegah titik api berkembang dan meluas menuju kawasan inti IKN.

“Kita tidak boleh menunggu sampai api mendekati kawasan inti. IKN adalah kawasan strategis, sehingga pendekatannya adalah pencegahan dan pengendalian sejak dini,” ujar Suharyanto kepada KONTAN, Minggu (6/9).

Baca Juga: Abu Erupsi Gunung Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, 6 Bandara Ditutup Sementara

Pemantauan dilakukan melalui patroli darat dan udara, pemantauan titik panas serta dukungan teknologi drone. Setiap titik api yang berpotensi berkembang akan segera ditangani untuk mencegah kebakaran meluas.

Dalam penanganannya, BNPB berkoordinasi dengan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), pemerintah daerah, Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dan unsur terkait.

Untuk lokasi yang sulit dijangkau melalui jalur darat, pemerintah menyiapkan operasi pemadaman dari udara, termasuk water bombing. Penanganan juga mencakup patroli udara dan pemadaman di darat sesuai kondisi lokasi kebakaran.

Selain itu, pemerintah menjalankan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk mengoptimalkan peluang hujan. Khusus di sekitar IKN, OMC melibatkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), OIKN, TNI Angkatan Udara (TNI AU), BNPB dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

“Khusus untuk IKN dan sekitarnya, BMKG, OIKN, TNI AU, BNPB dan Pemprov Kalimantan Timur juga telah melaksanakan OMC untuk mengantisipasi kekeringan dan karhutla,” kata Suharyanto.

Pelaksanaan OMC tetap mempertimbangkan kondisi atmosfer dan ketersediaan awan yang memungkinkan untuk disemai.

Sementara itu, potensi kerugian akibat karhutla belum dapat dipastikan. BNPB dan OIKN masih melakukan pendataan serta asesmen terhadap kerusakan dan kerugian di masing-masing wilayah.

Baca Juga: Atasi Dampak Erupsi Anak Krakatau, BNPB Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×