kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.868   -67,00   -0,37%
  • IDX 5.858   -37,68   -0,64%
  • KOMPAS100 759   -4,99   -0,65%
  • LQ45 579   -5,22   -0,89%
  • ISSI 203   0,15   0,07%
  • IDX30 328   -3,07   -0,93%
  • IDXHIDIV20 403   -4,27   -1,05%
  • IDX80 86   -0,58   -0,67%
  • IDXV30 109   -0,59   -0,54%
  • IDXQ30 106   -1,15   -1,08%

Kapolri: Bom di Bandung kategori low explosive


Senin, 27 Februari 2017 / 19:22 WIB


Sumber: Kompas.com | Editor: Dupla Kartini

SURABAYA. Ledakan bom panci di Taman Pandawa Bandung, Senin (27/2) pagi, dikategorikan low explosive, sehingga dampaknya tidak terlalu luas meski berisi paku.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, jenis bom tersebut adalah bom biasa, sama dengan jenis bom yang diledakkan saat Boston Marathon 2013 yang sempat difilmkan.

"Ledakannya low explosive, tidak begitu berbahaya, tidak ada warga yang jadi korban," katanya setelah menjadi penguji disertasi Menpan RB, Asman Abnur di Kampus Universitas Airlangga Surabaya, Senin (27/2).

Menurut Tito, polisi sudah mengetahui profil pelaku. Menurutnya, pelaku sudah pernah dipenjara selama tiga tahun setelah ditangkap saat mengikuti latihan di Aceh. "Kami juga sudah kantongi teman pelaku yang membawa motor dan melarikan diri," ucapnya.

Kejadian itu, menurut Tito, membuktikan pentingnya proses deradikalisasi saat pelaku terorisme ditahan, maupun usai keluar dari penjara. "Apa pun namanya, tahanan teroris harus diberi treatment agar mereka tidak kembali lagi," tuturnya.

Lanjut Tito, di Aceh, pelaku ditangkap bersama 70 orang lainnya sebagai peserta pelatihan teroris. Saat itu, Tito yang memimpin operasi militer penangkapan jaringan teroris di Aceh.

(Achmad Faizal)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×