kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Kampanye keselamatan pelayaran, Kemenhub gelar uji petik tiga kapal di Labuan Bajo


Jumat, 20 September 2019 / 12:29 WIB

Kampanye keselamatan pelayaran, Kemenhub gelar uji petik tiga kapal di Labuan Bajo
Pejabat Pemeriksa Kapal Kemenhub melakukan pemeriksaan mesin di kapal


KONTAN.CO.ID - LABUAN BAJO. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melakukan uji petik terhadap tiga kapal di Pelabuhan Labuan Bajo. Ini sebagai salah satu upaya mengkampanyekan keselamatan pelayaran.

Kemenhub melakukan uji petik di tiga kapal wisata antara lain Kapal Sea Safari VII, kapal Tanaka juga Kapal Kireina. Uji petik ini pun dilaksanakan oleh Pejabat Pemeriksa Kapal Kemenhub.

Menurut Kepala Sub-bidang Keselamatan Direktorat Perkapalan dan Kepelautan Kementerian Perhubungan Sidratul Muntaha, pemeriksaan kapal secara keseluruhan dilakukan ketika ingin mendapatkan Surat Persetujan Berlayar (SPB) atau ketika SPB berakhir. Biasanya, sertifikat ini berlaku dalam waktu 6 bulan hingga 12 bulan. Meski begitu, pemeriksaan kapal tetap dilakukan ketika kapal akan berlayar.

Baca Juga: Pengusaha menolak revisi UU Pelayaran yang melonggarkan cabotage

“Untuk pemeriksaan apakah kapal tersebut layak laut, harus dilakukan secara pemeriksaan di atas kapal. Tetapi bukan terkait penerbitan sertifikat tetapi untuk layak laut atau layak kapal,” kata Sidratul, Jumat (20/9).

Dalam pemeriksaan tersebut, dilakukan pengecekan terhadap tiga aspek yakni mesin, safety navigasi, safety equipment atau peralatan keselamatan.

Dalam uji petik yang dilakukan di Sea Safari VII bermuatan 253 gross ton (GT) yang diikuti Kontan.co.id, kapal tersebut dianggap memenuhi ketiga aspek yang ada. Meski terdapat beberapa kekurangan yang ditemui, tetapi kekurangan tersebut hanya bersifat minor.

Baca Juga: Hingga Juli, penyaluran KUR nasional mencapai 63% dari target tahun ini

“Semua memenuhi syarat. Kalau ada kekurangan, itu tinggal kelengkapannya saja. Tetapi secara keseluruhan sudah memenuhi persyaratan atau layak laut untuk berlayar,” tutur Sidratul.


Reporter: Lidya Yuniartha
Editor: Wahyu Rahmawati

Video Pilihan

Terpopuler

Close [X]
×