kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.700.000   20.000   0,75%
  • USD/IDR 17.910   28,00   0,16%
  • IDX 6.350   -24,17   -0,38%
  • KOMPAS100 831   -4,53   -0,54%
  • LQ45 631   -3,10   -0,49%
  • ISSI 219   -0,68   -0,31%
  • IDX30 352   -1,89   -0,53%
  • IDXHIDIV20 428   -1,57   -0,37%
  • IDX80 95   -0,48   -0,50%
  • IDXV30 118   -0,52   -0,44%
  • IDXQ30 112   -0,48   -0,43%

Kalau belum siap, Indonesia tak harus paksakan diri nyebur ke perdagangan bebas


Minggu, 21 November 2010 / 15:42 WIB
ILUSTRASI. Nilai tukar rupiah


Reporter: Irma Yani |

JAKARTA. Wakil Ketua Komisi XI DPR-RI Harry Azhar Azis menjelaskan, Indonesia tidak perlu memaksakan masuk dalam pasar bebas APEC atau pasar bebas internasional lainnya, jika dirasa tidak siap.

"Ketidaksiapan akan berdampak negatif pada perdagangan Indonesia," katanya.

Menurutnya, kerjasama perdagangan dalam konteks pasar bebas harus memiliki regulasi dan policy matriks yang terencana dengan matang. Dus, keterlibatan Indonesia dalam pasar internasional mampu mengangkat ekonomi dalam negeri.

Harry pun menilai, ketidaksiapan Indonesia dalam pasar bebas lantaran masih banyak persoalan. "Salah satunya adalah persoalan daya saing kita yang makin turun. Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian dan Bappenas, perlu memikirkan sebelum kita masuk wilayah persaingan ekonomi," ucapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×