kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.703.000   40.000   1,50%
  • USD/IDR 16.938   21,00   0,12%
  • IDX 9.100   24,29   0,27%
  • KOMPAS100 1.259   2,84   0,23%
  • LQ45 890   0,86   0,10%
  • ISSI 331   1,17   0,36%
  • IDX30 454   1,72   0,38%
  • IDXHIDIV20 537   3,62   0,68%
  • IDX80 140   0,20   0,14%
  • IDXV30 148   1,16   0,79%
  • IDXQ30 146   0,52   0,36%

Kadin kecam pembunuhan pekerja di proyek jembatan di jalur Trans Papua


Selasa, 04 Desember 2018 / 14:43 WIB
Kadin kecam pembunuhan pekerja di proyek jembatan di jalur Trans Papua
ILUSTRASI. Rosan Roeslani, Ketua Kadin


Reporter: Andy Dwijayanto, Handoyo | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyesalkan atas terjadinya pembunuhan terhadap 31 pekerja proyek jembatan di jalur Trans Papua yang belum lama ini terjadi. 

Kadin menilai peristiwa tersebut dikhawatirkan dapat menghambat proses pengembangan pusat-pusat ekonomi baru di daerah itu. “Ini teror terhadap pembangunan dan kami mengecam keras terjadinya pembunuhan ini,” ungkap Rosan P Roeslani, Ketua Umum Kadin Indonesia, Selasa (4/12).

Menurutnya, pembunuhan yang terjadi tidak hanya menimbulkan ketakutan tetapi juga kondisi seperti ini akan menghambat proses pembangunan yang sesungguhnya dibutuhkan sekali oleh masyarakat di Papua. 

Seperti diketahui, ditengah pesatnya pembangunan yang dilakukan pemerintah dari Sabang sampai Merauke, pembangunan di Papua mendapat perhatian besar dari Presiden Jokowi. keseriusan ini ditunjukan Jokowi yang telah 8 kali mengunjungi Papua dan mempercepat proses pembangunan jalan dan proyek infrastruktur pendukung lainnya.

Dikatakan Rosan, pihaknya juga menghargai kerja cepat pihak kepolisian dan TNI dalam penanganan masalah itu dan berharap secepatnya keadaan dapat kembali kondusif dan memberikan rasa aman bagi para pekerja. 

“Kita tentunya sangat berharap peranan TNI dan Kepolisian, sehingga dimanapun bisnis dijalankan, kita bisa mendapatkan rasa aman karena ini juga akan mempengaruhi investasi daerah tersebut” kata Rosan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×