Reporter: Siti Masitoh | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID – MAKKAH. Jusuf Hamka, tokoh Muslim Tionghoa yang dikenal luas dengan sapaan Babah Alun, menjadi bagian dari rombongan Amirul Hajj yang tiba di Bandara Internasional King Abdulaziz, Arab Saudi, pada Senin (18/5/2026).
Babah Alun tiba bersama Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak, Wakil Menteri Perhubungan Komjen (Purn.) Suntana, serta perwakilan tim monitoring dari Kementerian Pertahanan Brigjen Wira. Kehadiran Yusuf Hamka dalam rombongan ini menjadi representasi penting dari kelompok minoritas sekaligus dunia usaha di Indonesia.
Usai mendarat, Jusuf membeberkan alasan strategis di balik keterlibatan dirinya sebagai anggota Amirul Hajj pada operasional haji tahun ini. Menurutnya, fokus utama yang diembannya adalah memetakan dan mengoptimalkan potensi ekonomi haji yang selama ini belum tergarap maksimal.
"Pertama, tentunya kenapa saya jadi Amirul Hajj tadi sudah dijelaskan, karena fungsinya untuk melihat peluang-peluang secara ekonomi. Kebetulan mungkin saya mewakili pengusaha, teman-teman pengusaha dalam negeri, ingin mencoba menjajaki apa sih yang bisa bermanfaat," ujar Jusuf Hamka kepada Media Center Haji, Senin (18/5/2026).
Baca Juga: Wamenhaj Dahnil Tiba di Arab Saudi, Amirul Hajj Mulai Kawal Layanan Jemaah
Ia menekankan pentingnya menjaga agar perputaran uang dan dana haji dari jemaah Indonesia tidak habis mengalir ke luar negeri tanpa memberikan dampak timbal balik bagi bangsa sendiri.
"Supaya dana kita tidak keluar saja begitu, tetapi dimanfaatkan oleh keluarga kita, sehingga juga nanti memberikan pelayanan yang lebih prima," tambahnya.
Lebih lanjut, Babah Alun mengapresiasi visi besar Presiden Prabowo Subianto, Menteri Haji, beserta jajaran kementerian baru ini. Ia menilai, pembentukan Kementerian Haji dan Umrah secara mandiri merupakan momentum emas untuk melakukan reformasi ekonomi haji yang sudah berjalan hampir seabad tanpa perubahan signifikan.
"Saya pikir itu ya, mungkin Pak Dahnil maupun Pak Menteri maupun Pak Prabowo, ingin melihat ini pasar haji kan cukup besar, cukup luas. Nah, kenapa selama puluhan tahun ini, mungkin hampir 100 tahun, kenapa kita tidak sempurnakan?" kata pengusaha jalan tol tersebut.
Sinergi antara pemerintah dan sektor swasta (pengusaha) sengaja dibentuk demi mewujudkan pelayanan haji yang modern dan menguntungkan bagi jemaah serta ekosistem bisnis dalam negeri.
"Nah, mumpung ada Kementerian Haji, Pak Prabowo ingin memperbaiki, Pak Gus Ifan (Menteri Haji), Pak Dahnil ingin memperbaiki, yuk kita sama-sama makanya digandenglah pengusaha. Ini namanya rezeki anak saleh," pungkas Jusuf Hamka dengan gaya khasnya yang optimistis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













