kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.622.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 18.035   52,00   0,29%
  • IDX 6.186   -10,65   -0,17%
  • KOMPAS100 807   -4,25   -0,52%
  • LQ45 613   -2,23   -0,36%
  • ISSI 214   -0,32   -0,15%
  • IDX30 345   -1,11   -0,32%
  • IDXHIDIV20 427   -1,32   -0,31%
  • IDX80 92   -0,44   -0,48%
  • IDXV30 116   -0,47   -0,40%
  • IDXQ30 110   -0,53   -0,47%

Pejabat Sementara Gubernur BI Minta Pasar Tak Panik Usai Estafet Kepemimpinan


Senin, 27 Juli 2026 / 19:34 WIB
Pejabat Sementara Gubernur BI Minta Pasar Tak Panik Usai Estafet Kepemimpinan
ILUSTRASI. Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti. (ANTARA FOTO/MARCO)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti meminta pelaku pasar tidak panik menyusul pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatan Gubernur BI.

Ia menegaskan, arah kebijakan bank sentral tidak akan berubah dan seluruh instrumen moneter tetap dijalankan untuk menjaga stabilitas pasar keuangan.

Destry membeberkan, BI tetap berkomitmen menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sebagai fokus utama kebijakan moneter. Untuk itu, BI akan terus hadir di pasar melalui berbagai instrumen yang selama ini digunakan.

"Untuk market tentunya kita berharap tidak perlu panik. Karena kami dari BI tetap akan menjalankan kebijakan kami seperti juga yang sudah kami lakukan sebelumnya," ujar Destry di Istana Kepresidenan, Senin (27/7/2026).

Baca Juga: Pengganti Perry Warjiyo Diminta Fokus Perkuat Kelas Menengah dan Daya Beli

Ia menegaskan, stance kebijakan BI tetap sama seperti hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Juli 2026. Bank sentral akan terus menjaga stabilitas nilai tukar melalui intervensi di pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), maupun Non-Deliverable Forward (NDF).

Selain itu, BI juga akan melanjutkan kebijakan makroprudensial yang diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

"Stabilitas nilai tukar akan tetap menjadi kunci dari kebijakan kami saat ini, sehingga kami juga akan terus berada di pasar baik melalui intervensi di spot, DNDF dan NDF," kata Destry.

Di sisi lain, BI juga tetap menjalankan strategi untuk menarik aliran modal asing (capital inflow). Salah satunya melalui pemberian insentif dengan menurunkan biaya lindung nilai (hedging), sebagaimana telah diputuskan dalam RDG Juli 2026.

"Kami juga mengharapkan inflow akan terus terjadi dengan kita memberikan insentif kepada dana capital inflow yang masuk dengan menurunkan biaya hedging. Kebijakan itu masih tetap kami lakukan," ujarnya.

Destry juga menekankan bahwa kepemimpinan di BI dijalankan secara kolektif kolegial. Karena itu, pengunduran diri Perry Warjiyo tidak akan mengganggu kesinambungan pelaksanaan tugas bank sentral.

Baca Juga: Pemerintah Upayakan Komoditas Sawit Indonesia Bebas Tarif Dagang Baru AS

“Jadi kami berlima dengan anggota Dewan Gubernur yang lain akan terus berkomitmen melanjutkan keberlangsungan tugas kami sesuai dengan amanah yang dimandatkan kepada kami di Bank Indonesia," kata dia.

Ia berharap kondisi pasar keuangan domestik tetap terjaga dan segera kembali stabil setelah adanya pergantian kepemimpinan di bank sentral.

“Kita juga tentu berharap stabilitas di pasar keuangan kita akan bisa pulih dan normal kembali seperti semula,” tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Video Terkait



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×