kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.853   -5,00   -0,03%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Jumlah PHK Capai 88.519 di Tahun 2025, KSPN: Banyak Perusahaan Tidak Bisa Bersaing


Rabu, 14 Januari 2026 / 18:51 WIB
Jumlah PHK Capai 88.519 di Tahun 2025, KSPN: Banyak Perusahaan Tidak Bisa Bersaing
ILUSTRASI. Unjuk rasa karyawan bank (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kasus Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) melonjak di tahun 2025 sebanyak 88.519 pekerja. Jumlah ini meningkat jika di bandingkan di tahun 2024 yang mencapai 77.965 orang. 

Presiden dari Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara (KSPN), Ristadi menilai kenaikan trend PHK di sepanjang tahun 2025 ini masih menyasar di industri padat karya terutama tekstil, garmen dan sepatu. 

"Kondisi industri ini memang belum baik-baik saja, masih banyak PHK dan masih menjadi kontribusi jumlah PHK dengan kasus paling banyak," kata Ristadi pada Kontan, Rabu (14/1/2026). 

Baca Juga: Pengutang Pajak Bandel, DJP Bisa Jual Saham Wajib Pajak di Bursa

Ristadi menilai industri padat karya mengalami tekanan yang besar karena penurunan jumlah order. Dampaknya, banyak perusahaan yang mengalami efisiensi. 

Penurunan jumlah order ini lantaran produk dalam negeri masih kalah saing dengan produk impor yang lebih murah dan lebih bervariasi. 

"Kami memang masih kalah saing dari sisi teknologi sehingga menyebabkan cost produksi yang tertinggal," ujar Ristadi. 

Namun begitu, Ristadi turut mengapresiasi langkah pemerintah dalam memperkuat dukungan terhadap industri dalam negeri. 

Menurut dia, beberapa kebijakan yang sudah dilayangkan seperti membatasi impor barang teksil, hingga insentif peremajaan mesin industri ini dapat memberikan angin segar bagi dunia usaha. 

"Ini akan bisa memberikan harapan untuk industri tekstil Indonesia bisa bangkit kembali jika dilakukan secara konsisten oleh pemerintah. Nah tentu ini yang bisa menekan PHK," jelas Ristadi. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×