kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Jubir Atut sebut penahanan KPK dipolitisasi


Sabtu, 21 Desember 2013 / 14:59 WIB
ILUSTRASI. Bagi para pekerja, penting untuk mengenali lingkungan tempat bekerja agar tidak terjebak dalam lingkungan kerja yang tidak sehat atau toxic.


Sumber: TribunNews.com | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Juru Bicara Keluarga Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah menilai penahanan Atut oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sangat bernuansa politis. Hal itu terlihat dari beberapa fakta yang terjadi dalam proses penahanan Atut yang hanya berselang 4 hari setelah ditetapkan sebagai tersangka.

"Saya dapat kabar saat penahanan itu hanya ada 1 komisioner KPK, jadi surat penahanan sudah ditandatangani malam harinya, ini pemeriksaan hanya seremonial saja," ujar Jubir Keluarga Atut, Akhmad Jajuli, Sabtu (21/12).

Ia menyayangkan KPK yang seolah memberikan perlakuan berbeda kepada Atut dengan melakukan penahanan hanya beberapa hari setelah ditetapkan sebagai tersangka.

Sementara itu, tersangka kasus korupsi lainnya seperti Anas Urbaningrum justru belum ditahan sampai dengan saat ini. "Sejak awal kami memang khawatir akan dipolitisasi," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×