kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Jubir Atut: Wawan di Singapura sebelum ditangkap


Sabtu, 12 Oktober 2013 / 16:57 WIB
ILUSTRASI. Pabrik baja PT Gunung Raja Paksi Tbk (GGRP)


Reporter: Hendra Gunawan | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Juru Bicara Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, Fitron Nur Ikhsan, membenarkan Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan bertolak ke Singapura sebelum ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Pak Wawan baru pulang dari takziah, menengok mantan ketua DPRD Banten yang meninggal di Bandung. Sebelumnya memang dari Singapura karena ada janji. Setelah landing baru nengok anggota DPRD. Setelah itu baru ditangkap KPK," ujar Fitron, di Warung Daun Cikini, Jakarta, Sabtu (12/10).

Namun, Fitron mengaku tidak mengetahui berapa lama adik Ratu Atut tersebut berada di Singapura dan bertemu dengan siapa saja. "saya tidak tahu persis. Saya tidak tahu," ujar Wawan ketika ditanya apakah Wawan bertemu dengan Ratu Atut dan Akil Mochtar di Singapura.

"Ketika Pak Wawan ditangkap ibu kan sudah di rumah. Tapi kalau Pak Wawan ke Singapura yang terakhir, ibu ada di rumah," kata dia.

Sekedari informasi, Akil Mochtar berangkat ke Singapura pada 21 September dan pulang dua hari kemudian. Ratu Atut juga pergi dari pada tanggal yang sama dan kembali empat hari setelahnya. Sementara Wawan berada di Singapura dari 20-24 September 2013. (Tribunnews.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×